Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Saat China 'Main 2 Kaki' Antara Iran dan Israel

China tidak benar-benar menunjukkan sikapnya saat Iran dan Israel perang di hari pertama pada 13 Juni 2025 lalu.

|
Penulis: Hasanudin Aco
Kantor Perdana Menteri Israel
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping bertemu di wisma tamu resmi di Beijing pada 2017 lalu. /Foto.dok 

 

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Sejumlah negara di dunia terbelah, mendukung Iran atau Israel.

Sikap itu nampak saat Iran dan Israel berperang dalam 12 hari ini, sebelum akhirnya mencapai gencata senjata.

Namun tidak demikian halnya dengan China.

Negara komunis itu tidak benar-benar menunjukkan sikapnya saat Iran dan Israel perang di hari pertama pada 13 Juni 2025 lalu.

China baru berkomentar saat Amerika Serikat (AS) menyerang tiga fasilitas nuklir Iran pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Cina, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Duta Besarnya untuk PBB, Fu Cong, baru bersikap tegas dengan mengutuk keras serangan AS ke Iran kala itu.

Hari ini, Rabu (25/6/2025), pemerintah China berharap proses gencatan senjata antara Iran dan Israel terus berlangsung dan damai. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun mengatakan cara-cara militer tidak akan menyelesaikan konflik.

KENAIKAN BBM - Iran akan menutup Selat Hormuz imbas serangan Isral dan Amerika Serikat, hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga BBM. TRIBUNNEWS
KENAIKAN BBM - Iran akan menutup Selat Hormuz imbas serangan Isral dan Amerika Serikat, hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga BBM. TRIBUNNEWS (TRIBUNNEWS/)

Lalu apa posisi China terhadap Israel dan IranTerlibat hubungan dagang dengan Iran dan Israel.

Iran saat ini jelas masuk dalam proyek raksasa China "Satu Sabuk, Satu Jalan" atau Inisiatif Belt and Road China.

Ini adalah proyek ambisius yang digagas oleh Presiden China Xi Jinping 2013 lalu.

Ya, proyek yang disebut sebagai 'Jalur Sutera' era modern ini akan menghubungkan ratusan negara di dunia, termasuk China.

Kerjasama China dengan Iran dan Israel

Kerjasama China dengan Iran termasuk  komitmen Iran untuk memastikan pasokan minyak yang stabil.

China pada gilirannya berjanji untuk menginvestasikan $400 miliar selama 25 tahun ke depan di berbagai bidang ekonomi Iran seperti infrastruktur transportasi, produksi sektor riil, produksi minyak dan gas, serta di klaster kimia untuk memproses hidrokarbon dan memperoleh bahan baku sekunder.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan