Pertemuan Politbiro Tiongkok Batal Digelar, Xi Jinping Belum Muncul ke Publik
Presiden Tiongkok Xi Jinping belum muncul ke publik selama dua minggu. Belum ada juga pengumuman resmi mengenai hal tersebut.
Editor:
Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Tiongkok Xi Jinping dikabarkan belum muncul ke publik selama dua minggu.
Dikutip dari Irrawaddy, Rabu (2/6/2025), hal tersebut memicu berbagai spekulasi, termasuk kekhawatiran tentang kemungkinan perebutan kekuasaan, keresahan sosial, dan kesehatannya.
Apalagi, Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang berkuasa tidak mengadakan pertemuan Politbiro bulanannya di bulan Mei.
Belum ada juga pengumuman resmi mengenai hal tersebut.
Kondisi ini memicu rumor kuat tentang kekuatan Xi yang terkikis, persaingan internal, dan perbedaan pendapat yang berkembang.
Namun, para loyalis dan pengamat politik di Beijing berpendapat bahwa cengkeraman Xi pada kekuasaan tetap kuat.
Mengutip pejabat tingkat atas di Beijing, komentator politik veteran yang berbasis di AS Cai Shenkun mengatakan Xi mendapat tekanan dari para pemimpin PKT untuk mengundurkan diri dari semua jabatan partai, pemerintahan, dan militer.
Cai membagikan surat terbuka yang ditulis pada Desember 2024 oleh pejabat tinggi kepada Xi.
Surat tersebut menyebut Xi melakukan kebijakan pemerintah dan ekonomi yang salah arah, pemborosan sumber daya publik, pelanggaran politik, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Perkembangan di PKT
Yuan Hongbing, mantan profesor hukum di Universitas Peking, dan Yao Cheng, mantan letnan kolonel di angkatan laut PKT, menyuarakan pandangan serupa dari pengasingan.
Mereka mengatakan para penentang bekerja sama untuk memastikan Xi tidak memperoleh masa jabatan lagi, sehingga dia tidak punya pilihan selain mundur.
"Dia akan mengundurkan diri sebagai sekretaris jenderal PKT dan ketua Komisi Militer Pusat, hanya mempertahankan gelar seremonial ketua Tiongkok, sebelum pensiun penuh pada Kongres Nasional ke-21," kata Yao.
Jenifer Zeng, anggota Asosiasi Pers Internasional menyebutkan, Xi mulai kehilangan kendali atas kekuasaan pada April 2024, dan ada ketidakpastian tentang arah masa depan.
Dan ketidakhadiran Xi baru-baru ini dari pandangan publik hanya memperkuat rumor yang terus-menerus tentang perebutan kekuasaan.
Kejutan Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025: 2 Jagoan China Rungkad, Murid Herry IP Menyala |
![]() |
---|
Pengamat: Jika UGM Lindungi Jokowi Terus Bisa Coreng Kredibilitas Kampus & Kepercayaan Publik Turun |
![]() |
---|
Eskalasi di Laut China Selatan Kian Militeristik, ASEAN Dituntut Lebih dari Sekadar Penonton |
![]() |
---|
Jadwal Terbaru Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025: China Taipei Gantikan Kuwait |
![]() |
---|
China Gunakan HIMARS 'KW' Mirip Buatan AS Jadi Target dalam Latihan Militer, Bersiap Serang Taiwan? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.