Senin, 1 Juni 2026

Konflik Iran Vs Israel

Trump Sesumbar Bisa Tekan Iran: Apa pun yang Kami Mau, Kami akan Dapatkan

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap iran dengan klaim akan mendapatkan apa yang ia inginkan dari Teheran.

Tayang:
White House
PROFIL DONALD TRUMP - Foto ini diambil dari laman resmi White House pada Sabtu (28/6/2025) yang menampilkan Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers dengan Jaksa Agung Pam Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche mengenai Kemenangan Mahkamah Agung. Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap iran dengan klaim akan mendapatkan apa yang ia inginkan dari Teheran. 

Menurutnya, apabila Iran mengalami kerusakan besar, maka pihaknya akan segera langsung memperbaikinya.

“Jika ada kemauan di pihak kita, dan itu ada, kita akan mampu memperbaiki kerusakan dan memulihkan waktu yang hilang dengan cepat.”

Iran Sebut Perundingan Nuklir Masih Jauh, Minta Jaminan pada AS

Araghchi, menegaskan pada hari Selasa (1/6/2025) bahwa Tehran hanya akan memulai kembali perundingan nuklir dengan Amerika Serikat jika terlebih dahulu menerima jaminan penuh bahwa AS tidak akan melakukan serangan militer selama proses negosiasi berlangsung.

"Saya tidak yakin negosiasi akan dimulai kembali secepat itu. Agar kami dapat memutuskan untuk kembali terlibat, pertama-tama kami harus memastikan bahwa Amerika tidak akan kembali menyerang kami dengan serangan militer selama negosiasi," ujar Abbas Araghchi dalam wawancara dengan CBS News AS.

Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan mudah melepaskan program pengayaan nuklirnya yang dianggap sebagai bagian dari "kejayaan nasional dan kebanggaan bangsa".

“Kami menunjukkan dan membuktikan selama perang yang dipaksakan selama 12 hari ini bahwa kami memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri, dan kami akan terus melakukannya jika ada agresi yang dilancarkan terhadap kami,” kata Araghchi, dikutip dari Anadolu Agency.

Pemerintahan Trump sendiri tengah berupaya merundingkan kembali kesepakatan nuklir yang dibatalkan oleh Presiden AS tersebut, kesepakatan yang awalnya ditandatangani pada tahun 2015 oleh pendahulunya.

Kesepakatan tersebut mengatur pembatasan pengayaan uranium Iran hingga di bawah 3,67 persen, yang dimaksudkan untuk penggunaan bahan bakar pembangkit listrik nuklir komersial, sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.

Konflik antara Israel dan Iran meletus pada 13 Juni ketika Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran yang menewaskan sedikitnya 935 orang dan melukai lebih dari 5.300 lainnya.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke wilayah Israel, menewaskan 29 orang dan melukai ribuan lainnya.

Konflik diperparah dengan serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Fordo, Natanz, dan Isfahan milik Iran.

Hingga pada 24 Juni 2025, Iran dan Israel sepakat gencatan senjata.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Donald Trump dan Konflik Iran vs Israel

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved