Senin, 11 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Menteri Rusia yang Tewas Usai Dipecat Putin Diduga Korupsi yang Bikin Ukraina Acak-acak Kursk

Starovoit ditemukan tewas dengan luka tembak, dan sebuah pistol miliknya ditemukan di dekat jasadnya.

Tayang:
Kantor Kremlin
MANTAN MENTERI RUSIA - Foto diunduh dari laman Kremlin pada Selasa (8/7/2025), memperlihatkan Roman Starovoit saat menjabat sebagai Menteri Transportasi Rusia sedang berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat di foto) di Kremlin, Moskow pada 30 Januari 2025. Putin memecatnya pada 7 Juli 2025, beberapa jam kemudian, Roman Starovoit diduga mengakhiri hidupnya di dalam mobilnya di Odintsovo, Moskow. 

Menteri Rusia yang Tewas Usai Dipecat Putin Diduga Terlibat Korupsi yang Bikin Ukraina

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Transportasi Rusia, Roman Starovoit (53), ditemukan tewas dengan luka tembak di sebuah taman di luar Moskow beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin memecatnya pada Senin (7/7/2025).

Starovoit ditemukan tewas dengan luka tembak, dan sebuah pistol miliknya ditemukan di dekat jasadnya.

Baca juga: Rusia: Ampuh Kelabui Detektor Logam, Ukraina Gunakan Ranjau Hasil Cetak 3D Buatan Sendiri di Kursk

Dekrit Presiden yang diterbitkan Senin pagi tidak menyebutkan alasan pemecatan Starovoit setelah kurang dari setahun menjabat sebagai Menteri Transportasi.

Dua sumber yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kepada Reuters bahwa Starovoit diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan dana yang dialokasikan untuk memperkuat perbatasan antara Rusia dengan Ukraina.

Menurut dua sumber tersebut, pemecatan Starovoit , yang menjabat kurang dari setahun sebagai Menteri Transportasi, memang telah direncanakan sejak lama karena dugaan keterlibatannya dalam penggelapan dana pertahanan di wilayah Kursk.

Sebelum menjadi Menteri Transportasi pada Mei 2024, Starovoit menjabat sebagai Gubernur wilayah Kursk selama hampir lima tahun.

Pekerjaan penguatan perbatasan antara Rusia-Ukraina dimulai saat Starovoit menjabat sebagai Gubernur Kursk

Pada Desember lalu, Jaksa Penuntut Umum mengungkapkan adanya penggelapan dana sekitar 19,4 miliar rubel ($248 juta) dari anggaran negara yang dialokasikan untuk penguatan perbatasan di Kursk, termasuk adanya mark-up biaya konstruksi, seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (9/7/2025).

Jaksa juga menyatakan pekerjaan tersebut tidak selesai tepat waktu dan setidaknya 3,2 miliar rubel ($41 juta) telah hilang.

RBC, salah satu media terkemuka Rusia, melaporkan bahwa lembaga penegak hukum Rusia sedang memeriksa keterlibatan Starovoit dalam penggelapan dana di wilayah Kursk

Sementara itu, surat kabar Kommersant melaporkan bahwa para terdakwa dalam kasus ini telah memberikan bukti yang memberatkan Starovoit .

Aib Terbesar Rusia dalam Perang

Sebagai latar belakang, dugaan korupsi pembuatan barrier di Kursk yang menjadi perbatasan Rusia dan Ukraina, disinyalir menjadi sebab utama aib terbesar yang dialami Moskow dalam perang.

Aib itu lantaran wilayah Rusia akhirnya gampang diterobos.

Pada Agustus 2024, ribuan tentara Ukraina berhasil menerobos perbatasan Rusia dan memasuki wilayah Kursk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved