Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik China dan AS

Ini Dia DF-26D Guam Killer, Rudal Balistik Terbaru China yang Bidik Guam dan Kapal Induk Amerika

DF-26D, rudal baru Tiongkok yang dijuluki "Guam Killer" berkemampuan serangan hipersonik, jangkauan 5.000 km untuk hadapi AS di Indo-Pasifik

DSA/Tangkap Layar
GUAM KILLER - Penampakan rudal DF-26D, di jalan raya Beijing saat Parade Hari Kemenangan di Beijing pada tanggal 3 September 2025, untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Rudal ini dijuluki Guam Killer karena mampu menjangkau pangkalan militer strategis Amerika Serikat di Guam.
DSA/Tangkap Layar
GUAM KILLER - Penampakan rudal DF-26D, di jalan raya Beijing saat latihan menjelang Parade Hari Kemenangan di Beijing pada tanggal 3 September 2025, untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Rudal ini dijuluki Guam Killer karena mampu menjangkau pangkalan militer strategis Amerika Serikat di Guam.
DSA/Tangkap Layar
GUAM KILLER - Penampakan rudal DF-26D, di jalan raya Beijing saat latihan menjelang Parade Hari Kemenangan di Beijing pada tanggal 3 September 2025, untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Rudal ini dijuluki Guam Killer karena mampu menjangkau pangkalan militer strategis Amerika Serikat di Guam.

Amerika sekarang sedang mempercepat penyebaran senjata hipersonik baru, penguatan pencegat Aegis, dan penerapan Prakarsa Pencegahan Pasifik (PDI) untuk mengekang peningkatan persenjataan China.

Jepang secara aktif memperluas program rudal jarak jauh Tipe 12 dan mengerahkan lebih banyak aset Amerika, sementara Australia di bawah AUKUS diharapkan memperkuat kemampuan pertahanan dan serangan rudalnya.

Terakhir, DF-26D juga menyoroti kekhawatiran tentang proliferasi global.

Sejarah bantuan nuklir dan rudal China kepada Pakistan menimbulkan kekhawatiran bahwa teknologi canggih keluarga DF-26 dapat "bermigrasi" ke kawasan lain, sehingga menambah ketidakstabilan keamanan internasional.

Rudal Guam Killer China ke AS 2
GUAM KILLER - Penampakan rudal DF-26D, di jalan raya Beijing saat Parade Hari Kemenangan di Beijing pada tanggal 3 September 2025, untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Rudal ini dijuluki Guam Killer karena mampu menjangkau pangkalan militer strategis Amerika Serikat di Guam.

China Kirim Pesan

Kemunculan DF-26D dalam gladi bersih parade Beijing bukan sekadar pertunjukan simbolis, tetapi pesan strategis yang direncanakan secara cermat agar bergema di setiap ruang kendali Indo-Pasifik.

Ini adalah pesan kuat dari Tiongkok kepada dunia bahwa persenjataan misilnya kini berkembang lebih cepat, lebih jauh, dan lebih mematikan daripada sebelumnya.

Munculnya DF-26D menggarisbawahi tekad Beijing untuk menembus pertahanan rudal Amerika, membuktikan bahwa tidak ada pangkalan atau armada terdepan di Pasifik Barat yang benar-benar aman.

Bagi Amerika dan sekutunya, sistem ini menimbulkan ancaman nyata terhadap aset-aset terdepan termasuk Guam, Okinawa, serta bala bantuan angkatan laut yang menuju Selat Taiwan dan Laut Cina Selatan.

Hal ini memaksa Washington dan sekutunya untuk menilai kembali tidak hanya doktrin operasional, tetapi juga kelangsungan platform proyeksi kekuatan tradisional seperti kapal induk di bawah bayang-bayang serangan rudal China.

 

 

(oln/dsa/*)

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan