Kim Jong Un dan Putin Akan Hadiri Parade Militer di Beijing, Momen Diplomatik Bersejarah bagi China
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan akan menghadiri parade militer “Hari Kemenangan” di Beijing .
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Endra Kurniawan
Di tengah upaya Amerika Serikat dan sekutunya menekan Beijing lewat perang dagang dan isu keamanan, parade ini memberi Xi posisi tawar yang lebih kuat di panggung Internasional.
Barat Menjauh, Asia Tenggara Mendekat
Menariknya, sebagian besar pemimpin negara Barat tidak akan menghadiri parade ini, sebagai bentuk penolakan terhadap kedekatan Tiongkok dengan Rusia dan Korea Utara.
Hanya Perdana Menteri Slovakia Robert Fico yang dijadwalkan hadir sebagai satu-satunya pemimpin dari Eropa Barat.
Sebaliknya, parade ini akan dihadiri oleh sejumlah pemimpin Asia dan Timur Tengah, termasuk Presiden Iran, Presiden Belarusia, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Perdana Menteri Malaysia juga dijadwalkan hadir, sementara negara-negara seperti Singapura hanya mengirim perwakilan tingkat rendah.
Satu potensi drama diplomatik datang dari Korea Selatan.
Presiden baru Lee Jae Myung sebenarnya diundang ke acara ini, namun memilih untuk tidak hadir secara langsung dan mengirim ketua parlemen sebagai wakil.
Ketidakhadiran Lee diduga karena potensi risiko diplomatik jika ia berada dalam satu panggung dengan Kim Jong Un dan Putin, yang dapat dimaknai secara negatif oleh publik internasional dan dalam negeri.
Korea Utara sendiri telah mengkritik Lee secara terbuka, menyebutnya “maniak konfrontatif,” menutup peluang pertemuan lintas-Korea yang sempat diharapkan banyak pihak.
Momen parade ini pun kemungkinan akan menegaskan kebekuan hubungan Korea Selatan-Korea Utara yang telah berlangsung sejak 2019.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Kim Jong Un dan Vladimir Putin
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.