Senin, 1 September 2025

Sosok Valentina Gomez, Caleg AS yang Kampanye dengan Cara Membakar Alquran

Calon anggota legislatif (caleg) di Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik ini membakar kitab suci Alquran.

Penulis: Hasanudin Aco
X-@ValentinaForUSA
CALEG REPUBLIK - Caleg AS dari Partai Republik Valentina Gomez memicu kemarahan publik karena membakar Alquran sebagai caranya untuk meraup suara di Pemilu. 

TRIBUNNEWS.COM, AS -  Valentina Gomez bikin murka umat Islam seluruh dunia.

Calon anggota legislatif (caleg) di Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik ini membakar kitab suci Alquran.

Terang-terangan, wanita keturunan Kolombia ini mengaku sangat membenci Islam.

"Saya akan melenyapkan Islam, bantu saya memenangkan pemilu,"  kata Gomez dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Gomez mencalonkan diri sebagai kandidat Kongres dari  Partai Republik untuk distrik ke-31 Texas pada tahun 2026.

Klip ujaran kebencian terhadap Islam di X sebagai bagian dari janjinya untuk "mengakhiri Islam" di Negara Bagian Lone Star.

Muslim sekitar satu persen dari populasi Texas.

a Gomez saat berada di balkon Ketua D
Valentina Gomez saat berada di balkon Ketua DPR Mike Johnson di DPR AS. /Foto: Valentina Gomez

Trik Murahan Politisi

Sejumlah pihak menuding aksi Gomez sebagai  trik murahan untuk menarik simpati dan dukungan keuangan dari geng Zionis.

Menyerang Islam akan membuat pundi-pundi keuangannya bertambah terutama sumbangan kampanye dari Zionis di AS.

"Ini bukan politik. Ini hasutan," tulis podcaster Brian Allen di X.

 "Ini adalah korek api dan Partai Republik di Texas memberinya korek api."

"Dia benar-benar akan melakukan apa saja demi pengaruh. Apa saja. Kenapa orang ini dibiarkan menghasut kebencian dan pembunuhan?" demikian komentar netizen di X.

Sosok Valentina Gomez

Ini bukan pertama kali dia melakukan aksi seperti itu.

Gomez sebelumnya pernah melakukan aksi kekerasan, termasuk video pada Desember 2024 di mana ia memperagakan eksekusi mati palsu terhadap seorang imigran dengan menembak boneka yang diikat ke kursi dengan kantong hitam menutupi kepalanya.

"Sesederhana itu, eksekusi publik bagi imigran ilegal yang memperkosa atau membunuh warga Amerika. Mereka tidak pantas dideportasi,  mereka pantas diberantas," ujarnya saat itu,

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan