Politik Thailand Memanas, Eks PM Thaksin Shinawatra Kabur ke Luar Negeri Setelah Anaknya Digulingkan
Politik Thailand memanas jelang pemungutan suara parlemen untuk memilih perdana menteri berikutnya.
Dia ayah dari Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra yang baru saja diberhentikan dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi pada 29 Agustus 2025.
Alasannya dia dinyatakan melanggar etika jabatan setelah rekaman percakapannya bocor dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen , pada Juni 2025.
Praktis dia hanya memegang kekuasaan hanya selama setahun.
Paetongtarn menjabat perdana menteri keenam Thailand setelah didukung ayahnya Thaksin Shinawatra.
15 tahun sebelumnya miliarder Thaksin menghabiskan waktu tinggal di London dan Dubai untuk menghindari hukuman penjara atas penyalahgunaan kekuasaan dan konflik kepentingan.
Sebelum kembali ke Thailand setelah anaknya jadi Perdana Menteri.
Masa hukuman Thaksin diringankan dari delapan tahun menjadi satu tahun setelah pengampunan kerajaan.
Dia menghabiskan enam bulan di sebuah rumah sakit, sebelum dibebaskan bersyarat pada Februari 2024.
Putusan Mahkamah Agung pada hari Selasa akan menentukan apakah masa tahanannya di rumah sakit dihitung sebagai masa hukuman, atau apakah ia harus dipenjara untuk menjalani hukumannya.
Pheu Thai telah berjuang untuk mendapatkan dukungan sejak kekalahan Paetongtarn, memicu perebutan kekuasaan untuk menggulingkan partai yang telah mendominasi politik Thailand selama seperempat abad, memenangkan lima dari enam pemilihan terakhir.
Sebelumnya pada hari Kamis, Pheu Thai mengatakan akan mencalonkan Chaikasem Nitisiri, seorang pengacara veteran dengan pengalaman kabinet terbatas, untuk bersaing langsung dengan pemimpin Bhumjaithai Anutin Charnvirakul dalam pemilihan perdana menteri.
Sumber: Reuters/CNA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/thaksin-shinawatra_20170111_142000.jpg)