Sabtu, 16 Mei 2026

4 SD di Seoul Terima Ancaman Bom, Teror Berulang Sejak Agustus 2023, Korsel Darurat Hoaks

Sebanyak empat sekolah dasar (SD) di Seoul, Korea Selatan menerima ancaman bom. Ancaman tersebut kembali terulang sejak Agustus 2023.

Tayang:
ANews
ANCAMAN BOM - Gambar menunjukkan polisi tengah menggeledah sekolah di Seoul, Korea Selatan setelah ancaman bom dikirim melalui email dan faks pada 28 Agustus 2025. Ancaman bom tersebut kembali terulang di empat sekolah dasar (SD) di Distrik Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan pada Senin (15/9/2025). 

Ancaman bom dikirimkan pada 25 Agustus 2025 ke sebuah sekolah dasar di Seoul.

Dua sekolah menengah pertama juga menerima ancaman pada hari 27 Agustus 2025.

Pihak berwenang meyakini orang yang sama berada di balik 55 ancaman yang tercatat sejak Agustus 2023, termasuk 14 ancaman bulan ini, tetapi belum mengidentifikasi pelakunya.

Timbulkan Kekhawatiran Keamanan

Menyusul serentetan ancaman bom di seluruh Korea Selatan, yang sebagian besar ternyata bohong, polisi mengatakan mereka menghadapi tantangan untuk memperlakukan setiap laporan sebagai potensi bahaya nyata sambil menghadapi meningkatnya kecemasan publik.

Antara bulan Juli hingga awal Agustus 2025, sebanyak delapan ancaman bom dilaporkan kepada pihak berwenang.

Tujuh di antaranya dilontarkan dalam waktu satu minggu saja.

Dari hasil penyelidikan polisi, semua ancaman tersebut dinyatakan palsu.

Pada awal Agustus 2025 lalu, petugas kepolisian di Gwangju menerima ancaman bom yang mengklaim bahwa sebuah alat peledak telah ditanam di Lotte Department Store di Seo-gu, meskipun tidak ada toko serupa di distrik tersebut.

Unit operasi khusus dikerahkan untuk menggeledah toko-toko di sekitarnya, seperti Lotte Department Store di Dong-gu dan Shinsegae Department Store di Seo-gu.

Baca juga: Tak Berizin, 300 Pekerja Korea Selatan Dipulangkan setelah Digerebek ICE di AS

Menurut pihak berwenang, tidak ada bahan peledak yang ditemukan setelah penggeledahan lebih lanjut.

Kemudian dalam konser boyband The Boyz pada 10 Agustus 2025, sempat muncul ancaman bom anonim hingga membuat konser tersebut ditunda selama dua jam.

Konser tersebut diizinkan untuk tetap berlangsung sekitar pukul 16.00 setelah polisi menyimpulkan bahwa ancaman tersebut palsu.

Menurut polisi pada hari Senin, ancaman bom yang dikirim ke tempat konser tersebut dilacak ke nomor faks yang sama yang digunakan dalam peringatan sebelumnya tentang serangan asam sulfat terhadap mahasiswa pada tanggal 7 Agustus 2025.

Dikutip dari The Korea Herald, kedua ancaman tersebut dikirim atas nama "Takahiro Karasawa", seorang pengacara Jepang.

Sejak Agustus 2023, total 44 faks dan email, termasuk ancaman yang dibuat oleh mereka yang mengaku sebagai Karasawa dan pengacara Jepang lainnya, telah dicatat oleh pihak berwenang.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved