Senin, 8 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.313: Ukraina Godok Kesepakatan Senjata dengan AS

Zelensky mengungkap Kyiv tengah menggodok kesepakatan senjata dengan Amerika Serikat senilai sekitar 90 miliar dolar.

Tayang:
Facebook Zelensky
ZELENSKYY - Foto diunduh dari Facebook Zelensky, Sabtu (27/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan pada Jumat, 26 September 2025. Terbaru, belum lama ini terungkap kalau Kyiv tengah menggodok kesepakatan senjata dengan Amerika Serikat senilai sekitar 90 miliar dolar. 

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv telah menyiapkan daftar senjata Amerika senilai sekitar 90 miliar dolar.

Pejabat Ukraina dijadwalkan mengunjungi AS bulan ini atau bulan depan untuk berunding.

Zelensky mengaku telah berbagi "sebuah visi tertentu" dengan Presiden AS Donald Trump terkait respons terhadap Rusia.

"Selain kesepakatan senjata besar, yang kami sebut 'mega deal', kami juga membahas 'kesepakatan drone'," ujarnya, dikutip dari The Guardian.

Menurutnya, kelompok teknis sudah mulai menggodok rencana tersebut.

"Kesepakatan ini menyangkut drone yang akan dibeli Amerika Serikat langsung dari Ukraina," kata Zelensky kepada wartawan pada Sabtu (27/9/2025).

Israel Pasok Sistem Patriot ke Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pada Sabtu (27/9/2025) bahwa Israel untuk pertama kalinya memasok sistem pertahanan antirudal Patriot ke Ukraina.

"Sistem [Patriot] Israel beroperasi di Ukraina. Sistem ini telah beroperasi selama sebulan," kata Zelensky.

Ia menambahkan, Ukraina akan menerima dua sistem Patriot tambahan pada musim gugur mendatang.

Lavrov Ancam Respons Tegas Agresi

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan setiap agresi terhadap Moskow akan ditanggapi dengan "respons tegas".

Ia menegaskan hal itu mencakup upaya menjatuhkan pesawat di wilayah udara Rusia.

"Rusia dituduh hampir berencana menyerang aliansi Atlantik Utara dan Uni Eropa," kata Lavrov di Majelis Umum PBB.

Baca juga: Menlu Rusia: NATO dan Uni Eropa Sudah Lancarkan Perang ke Moskow, Ukraina Jadi Proksi

"Rusia tidak pernah dan tidak memiliki niat seperti itu. Namun, setiap agresi terhadap negara saya akan ditanggapi dengan respons tegas," lanjutnya.

Berbicara kepada wartawan, Lavrov menegaskan, "Jika ada negara yang menjatuhkan objek di wilayah udara Rusia, mereka akan sangat menyesalinya.

Lavrov Puji Pendekatan Trump

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memuji Presiden AS Donald Trump.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved