Selasa, 19 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Eskalasi Perang Dorong Ukraina Cari Dukungan Timur Tengah dan Perkuat Sistem Pertahanan

Eskalasi perang dengan Rusia mendorong Ukraina memperluas kerja sama pertahanan ke Timur Tengah demi memperkuat sistem militernya.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Ukraina memperluas kerja sama pertahanan dengan negara-negara Teluk di tengah eskalasi perang melawan Rusia.
  • Presiden Volodymyr Zelensky meneken sejumlah perjanjian dan meminta dukungan rudal pertahanan udara.
  • Langkah ini diiringi penguatan industri drone serta upaya membangun kemitraan jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.495 pada Minggu (29/3/2026). 

Terkini, Ukraina memperluas kerja sama pertahanan dengan negara Teluk di tengah perang melawan Rusia, sambil meminta rudal, memperkuat drone, dan membangun kemitraan jangka panjang.

Invasi Rusia ke Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan militer besar-besaran.

Ketegangan kedua negara telah meningkat sejak pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014 dan konflik di wilayah Donbas.

Ukraina mempererat hubungan dengan Barat, termasuk NATO dan Uni Eropa, yang dipandang Moskow sebagai ancaman.

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia sekaligus memberi dukungan militer kepada Ukraina.

Hingga kini, konflik masih berlangsung karena sengketa wilayah dan kepentingan strategis kedua pihak belum menemukan titik temu.

Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1495, Minggu (29/3/2026):

Baca juga: Stok Senjata Menipis! Pentagon Siap Alihkan Bantuan Ukraina ke Timur Tengah demi Hadapi Iran

Qatar-Ukraina Teken Perjanjian Pertahanan

Qatar dan Ukraina menandatangani perjanjian pertahanan pada Sabtu (28/3/2/2026).

Kesepakatan ini mencakup kerja sama dalam menghadapi ancaman rudal dan drone.

Pemerintah Qatar menyebut langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat kampanye udara Iran.

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky melakukan rangkaian kunjungan ke negara-negara Teluk, The Guardian melaporkan.

Dalam kunjungan itu, Ukraina juga mencapai kesepakatan pertahanan dengan Uni Emirat Arab.

Selain itu, Kyiv lebih dulu menandatangani perjanjian pertahanan udara dengan Arab Saudi pada awal pekan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved