Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Gempur Ukraina dengan 1.000 Drone, 7 Tewas, Infrastruktur di 11 Wilayah Hancur Parah
Serangan hampir 1.000 drone Rusia hantam Ukraina, 7 tewas dan 11 wilayah rusak, Zelensky desak bantuan pertahanan udara.
Ringkasan Berita:
- Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar dengan hampir 1.000 drone dan puluhan rudal yang menghantam berbagai wilayah Ukraina.
- Sedikitnya tujuh orang tewas, sementara infrastruktur di 11 wilayah rusak, termasuk bangunan bersejarah di Lviv.
- Presiden Volodymyr Zelensky mendesak sekutu segera mengirim tambahan sistem pertahanan udara di tengah kekhawatiran Ukraina makin tertekan akibat fokus global yang beralih ke konflik lain.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina kembali memanas.
Pada Selasa (24/3/2026), Moskow melancarkan salah satu serangan udara terbesar sejak invasi dimulai.
Dilansir The Guardian, Rusia menembakkan hampir 1.000 drone ke berbagai wilayah Ukraina dalam satu rangkaian serangan besar yang terjadi dalam waktu singkat.
Serangan ini menewaskan sedikitnya tujuh orang dan memperparah kerusakan infrastruktur di berbagai kota.
Ratusan Drone dan Rudal Hantam Berbagai Kota
Pejabat Ukraina mengungkapkan, Rusia mengerahkan sekitar 400 drone jarak jauh dan 23 rudal jelajah dalam serangan malam hari.
Serangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan 556 drone tambahan pada siang hari, menghantam sejumlah kota di wilayah barat Ukraina.
Skala serangan ini menjadikannya salah satu pemboman udara terbesar dalam lebih dari empat tahun konflik berlangsung.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.490, Zelenskyy Klaim Rusia Bantu Iran
Kerusakan Meluas hingga Situs Bersejarah
Menurut laporan The Irish Times, salah satu drone Rusia menghantam biara Bernardine di kota Lviv, bangunan bersejarah abad ke-16 yang termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO.
Serangan itu menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan dan memicu kepanikan warga, setelah rekaman memperlihatkan drone kamikaze menghantam area padat penduduk.
11 Wilayah Terdampak, Ukraina Minta Bantuan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan serangan ini merusak sedikitnya 11 wilayah di negaranya.
Ia kembali mendesak sekutu Barat untuk segera mengirim tambahan sistem pertahanan udara, terutama untuk menghadapi rudal balistik.
Zelensky juga memperingatkan bahwa Ukraina menghadapi potensi kekurangan amunisi, terutama karena perhatian global saat ini terpecah ke konflik Timur Tengah.
Dampak Meluas hingga Moldova
Serangan Rusia tidak hanya berdampak di Ukraina, tetapi juga merembet ke negara tetangga.
Pemerintah Moldova melaporkan jalur listrik utama yang menghubungkan negaranya dengan Eropa rusak akibat serangan tersebut, sehingga warga diminta mengurangi konsumsi listrik pada jam sibuk.