Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelensky: Gencatan Senjata Gaza Bawa Harapan untuk Ukraina-Rusia
Presiden Ukraina Zelensky mengatakan perundingan gencatan senjata Gaza yang dibantu AS, bawa harapan bagi Ukraina untuk akhiri invasi Rusia.
Ringkasan Berita:
- Gencatan senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza memberi harapan bagi Presiden Ukraina Zelensky bahwa AS dan pemimpin global dapat mengakhiri invasi Rusia di Ukraina.
- Zelensky akan temui Presiden Amerika Serikat Trump di Washington pada hari Jumat mendatang.
- Sebelum dilantik pada Januari lalu, Trump bersumpah akan mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji gencatan senjata di Jalur Gaza, karena memberi harapan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin dunia lainnya bisa membantu menengahi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
Zelensky mengatakan kesepakatan Gaza sebagai hal yang luar biasa dan didasarkan pada proposal yang diajukan Trump pada akhir September lalu untuk Israel dan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).
Kesepakatan itu mengakhiri serangan militer Israel di Jalur Gaza yang merenggut nyawa 67.806 warga sipil Palestina dan melukai 170.066 lainnya.
"Ketika perdamaian tercapai di satu belahan dunia, hal itu membawa lebih banyak harapan perdamaian di kawasan lain," ujar Zelensky di media sosial, Senin (13/10/2025), seperti dilaporkan AFP.
Presiden Ukraina yakin peran para pemimpin global dapat membawa perdamaian, berharap hal itu juga dapat terjadi di Ukraina.
"Jika gencatan senjata dan perdamaian telah tercapai di Timur Tengah, kepemimpinan dan tekad para aktor global tentu juga dapat bermanfaat bagi kita, di Ukraina," tambahnya.
Pada Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan invasi ke Ukraina dan memicu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Puluhan ribu orang terbunuh, jutaan orang terpaksa mengungsi, dan sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina hancur akibat serangan Rusia.
Sebelum kembali menjabat, Trump bersumpah ia dapat mengakhiri perang Rusia dan Ukraina dalam hitungan jam.
Setelah dilantik sebagai presiden pada Januari lalu, Trump berupaya menghidupkan negosiasi antara Rusia dan Ukraina, namun setelah beberapa putaran perundingan dan pertemuan puncak dengan Putin, belum ada kemajuan signifikan menuju kesepakatan damai.
Rusia bersikeras agar Ukraina menyerahkan wilayahnya yang diduduki sebagai bagian dari syarat gencatan senjata, sementara Ukraina menolak permintaan tersebut.
Baca juga: Trump Tak Yakin Masuk Surga Gara-gara Gencatan Senjata Israel-Hamas
Trump menunjukkan frustrasinya terhadap Putin dalam beberapa bulan terakhir dan bulan lalu mengatakan ia dapat melihat Ukraina merebut kembali setiap jengkal wilayah yang direbut Rusia.
Militer Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk semenanjung Krimea yang direbut dan dianeksasinya pada tahun 2014, dan Putin mengklaim mereka menguasai 5.000 kilometer persegi wilayah Ukraina tahun ini.
Dalam pernyataan terpisah pada Senin, Zelensky mengatakan ia akan bertemu dengan Trump di Washington pada hari Jumat (17/10/2025).
Zelensky akan membahas pertahanan udara Ukraina dan kemampuan serangan jarak jauh di wilayah Rusia, menurut laporan Reuters.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKYY-34534.jpg)