Jumat, 15 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Peringatan Keras Trump ke Hamas: jika Tidak Mau Melucuti Senjata, Kami Bertindak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada kelompok militan Palestina, Hamas soal pelucutan senjata.

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Bobby Wiratama
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Gambar diunduh dari Facebook The White House, Selasa (7/10/2025), memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 1 Oktober 2025. Trump memberikan peringatan keras kepada Hamas bahwa AS akan bertindak bila kelompok tersebut tidak segera melucuti senjata mereka. 

Netanyahu sebelumnya menyatakan harapan untuk mencapai fase perdamaian berikutnya dalam kesepakatan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

Namun, ia secara tegas menggarisbawahi satu syarat mutlak yang harus dipenuhi Hamas, yakni pelucutan senjata dan demiliterisasi total.

Tanpa hal tersebut, Netanyahu memperingatkan, "semua kekacauan akan pecah".

Syarat yang digaungkan kembali oleh Netanyahu ini sejalan dengan kondisi yang ditetapkan Trump, mediator utama dalam kesepakatan damai tersebut.

"Pertama, Hamas harus menyerahkan senjatanya," kata Netanyahu dalam wawancara eksklusif dengan CBS Mornings.

"Dan kedua, Anda ingin memastikan bahwa tidak ada pabrik senjata di dalam Gaza. Tidak ada penyelundupan senjata ke Gaza. Itulah demiliterisasi," tegasnya.

Sementara Israel optimistis, kelompok militan Hamas menolak mentah-mentah persyaratan untuk menyerahkan persenjataannya.

Bantuan Bakal Dihentikan

Hamas kembali mengembalikan empat jenazah sandera lainnya pada Selasa (14/10/2025).

Baca juga: Trump Tak Yakin Masuk Surga Gara-gara Gencatan Senjata Israel-Hamas

Pengembalian empat jenazah ini dilakukan Hamas setelah Israel menuduh kelompok tersebut tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Selain menuduh, Israel bahkan mengancam Hamas akan menghentikan bantuan ke Gaza.

Perselisihan mengenai jenazah 28 sandera menjadi krisis pertama dalam proses perdamaian.

Di antara para sandera yang meninggal dan jenazahnya belum dikembalikan adalah dua warga negara Amerika, Itay Chen dan Omer Neutra.

Dikutip Axios, Hamas berjanji untuk memulangkan ke-28 orang tersebut berdasarkan kesepakatan, tetapi menekankan selama negosiasi bahwa mereka tidak mengetahui lokasi pasti banyak dari mereka.

Kelompok tersebut mengatakan beberapa orang terjebak di bawah reruntuhan, dan mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk menemukan semuanya.

Pada hari Senin, Hamas memberi Israel empat jenazah melalui Palang Merah, lebih sedikit dari yang diperkirakan pejabat Israel.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved