Selasa, 28 April 2026

Viral! Orangtua di China Rayakan Nilai Pas-pasan Anak, Lebih Utamakan Kesehatan dan Kebahagiaan

Sang ibu memeluk putra sulungnya itu dan bersuami sepakat merayakan kelulusan tipis itu dengan makan malam besar bersama anak-anak

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
SCMP
UTAMAKAN KEBAHAGIAAN - Alih-alih menasihati atau memarahi karena nilainya hanya selisih satu poin dari batas lulus, pasangan orangtua di China ini justru merayakannya dengan sukacita. Video tersebut viral di media sosial dan telah ditonton lebih dari 40 juta kali 

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK -  Alih-alih menasihati atau memarahi karena nilainya hanya selisih satu poin dari batas lulus, pasangan orangtua di China ini justru merayakannya dengan sukacita.

Bagi pasangan ini, nilai tinggi bukanlah ukuran keberhasilan—kebahagiaan dan kesehatan anak jauh lebih utama.

Dalam video yang beredar di platform Douyin, sang ibu tampak masuk ke rumah sambil tersenyum lebar, membawa lembar hasil ujian.

Dilansir dari South China Morning Post, ia berseru gembira kepada suaminya yang sedang berbaring di sofa:

“Anak kita dapat 61 dari 100! Dia lulus ujian matematika bulanan!”

Baca juga: Belajar Matematika Digital dengan Mudah, Modalnya Jari dan Dukungan Ayah Bunda

Sang ayah bermarga Liang langsung melonjak dari sofa sambil berseru:

“Anakku, ini benar-benar kebanggaan bagi keluarga kita! Aku akan menelepon kakek-nenekmu untuk berbagi kabar baik!”

Keduanya pun sepakat merayakan kelulusan tipis itu dengan makan malam besar bersama anak-anak.

Sang ibu kemudian memeluk putra sulungnya yang tampak malu-malu namun bahagia.

Menurut laporan Hongxing News, anak sulung Liang duduk di kelas empat sekolah dasar dan sering kesulitan dalam pelajaran matematika.

Liang sendiri adalah seorang dokter anak di Provinsi Anhui, China timur.

Ia dan istrinya memiliki tiga anak, satu putri dan dua putra yang semuanya memiliki nilai akademik di bawah rata-rata.

Sebagai dokter, Liang sering menyaksikan dampak tekanan akademik terhadap anak-anak, termasuk kasus menyedihkan di mana seorang siswa mengalami depresi berat hingga membuat orang tuanya menyesal di kemudian hari.

“Saya tidak menuntut nilai tinggi dari anak-anak saya. Yang penting mereka tumbuh sehat dan bahagia,” ujarnya.

Liang dan istrinya memilih fokus pada pembentukan karakter dan nilai moral, bukan sekadar angka di rapor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved