Selasa, 28 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Trump Batal Bertemu Putin, AS Langsung Jatuhi Sanksi Minyak ke Rusia

Presiden AS Donald Trump membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia Putin. AS langsung memberi sanksi ke 2 perusahaan minyak Rusia.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Kantor Kremlin
PUTIN DAN TRUMP - Foto ini diambil pada Jumat (14/2/2025) dari website resmi Kremlin, memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu di sela-sela acara G20 di Hamburg, Jerman pada 7 Juli 2017. -- Pada 22 Oktober 2025, Presiden AS Donald Trump sebut ia membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia Putin karena kecewa. AS langsung memberi sanksi kepada 2 perusahaan minyak Rusia. 

Sanksi tersebut merupakan ancaman yang dilontarkan Trump beberapa bulan lalu untuk mendorong Rusia agar segera mengakhiri perangnya, menegaskan bahwa ini sudah waktunya Trump mewujudkan kata-katanya.

"Saya merasa sudah waktunya. Kita sudah menunggu lama," kata Trump ketika ditanya mengapa ia mengambil tindakan sekarang setelah berbulan-bulan ancaman dan penundaan.

Namun, Trump mengakui ia tidak yakin apakah sanksi baru tersebut akan mengubah sikap Rusia terhadap konflik Ukraina.

"Semoga dia (Putin) akan bersikap masuk akal, dan semoga Zelensky dari Ukraina juga akan bersikap masuk akal," ujarnya, dikutip dari Russia Today

Sementara itu di Rusia, Kremlin merilis video yang memamerkan latihan militer yang dipimpin oleh Kepala Staf Umum Militer Rusia Valery Gerasimov.

Ia mengatakan Rusia menembakkan rudal dari peluncur darat, kapal selam, dan pesawat, termasuk senjata balistik antarbenua dalam latihan tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pesawat pengebom strategis jarak jauh Tu-22M3 miliknya terbang di atas Laut Baltik, dikawal di berbagai titik oleh jet tempur dari negara asing.

Lebih dari tiga tahun, Rusia meluncurkan invasinya ke Ukraina setelah Putin memerintahkan "operasi militer khusus" untuk alasan keamanan nasional.

Putin juga menggunakan alasan lainnya seperti klaim "genosida" oleh rezim Ukraina terhadap penduduk Donetsk dan Luhansk, demiliterisasi, dan "denazifikasi" Ukraina untuk membenarkan invasinya.

Perang ini berakar dari ketegangan Rusia dan Ukraina selama bertahun-tahun setelah pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Rusia berupaya mempertahankan pengaruhnya yang besar terhadap Ukraina, namun negara tetangganya itu mulai menunjukkan kedekatannya terhadap negara Barat seperti AS dan anggota NATO.

Ukraina bahkan berupaya untuk bergabung dengan NATO, yang sangat ditentang oleh Rusia karena mengancam keamanannya.

Selama perangnya melawan invasi Rusia, Ukraina mendapat bantuan militer dari negara-negara Barat.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved