Konflik Rusia Vs Ukraina
Trump Batal Bertemu Putin, AS Langsung Jatuhi Sanksi Minyak ke Rusia
Presiden AS Donald Trump membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia Putin. AS langsung memberi sanksi ke 2 perusahaan minyak Rusia.
Sanksi tersebut merupakan ancaman yang dilontarkan Trump beberapa bulan lalu untuk mendorong Rusia agar segera mengakhiri perangnya, menegaskan bahwa ini sudah waktunya Trump mewujudkan kata-katanya.
"Saya merasa sudah waktunya. Kita sudah menunggu lama," kata Trump ketika ditanya mengapa ia mengambil tindakan sekarang setelah berbulan-bulan ancaman dan penundaan.
Namun, Trump mengakui ia tidak yakin apakah sanksi baru tersebut akan mengubah sikap Rusia terhadap konflik Ukraina.
"Semoga dia (Putin) akan bersikap masuk akal, dan semoga Zelensky dari Ukraina juga akan bersikap masuk akal," ujarnya, dikutip dari Russia Today.
Sementara itu di Rusia, Kremlin merilis video yang memamerkan latihan militer yang dipimpin oleh Kepala Staf Umum Militer Rusia Valery Gerasimov.
Ia mengatakan Rusia menembakkan rudal dari peluncur darat, kapal selam, dan pesawat, termasuk senjata balistik antarbenua dalam latihan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pesawat pengebom strategis jarak jauh Tu-22M3 miliknya terbang di atas Laut Baltik, dikawal di berbagai titik oleh jet tempur dari negara asing.
Lebih dari tiga tahun, Rusia meluncurkan invasinya ke Ukraina setelah Putin memerintahkan "operasi militer khusus" untuk alasan keamanan nasional.
Putin juga menggunakan alasan lainnya seperti klaim "genosida" oleh rezim Ukraina terhadap penduduk Donetsk dan Luhansk, demiliterisasi, dan "denazifikasi" Ukraina untuk membenarkan invasinya.
Perang ini berakar dari ketegangan Rusia dan Ukraina selama bertahun-tahun setelah pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991.
Rusia berupaya mempertahankan pengaruhnya yang besar terhadap Ukraina, namun negara tetangganya itu mulai menunjukkan kedekatannya terhadap negara Barat seperti AS dan anggota NATO.
Ukraina bahkan berupaya untuk bergabung dengan NATO, yang sangat ditentang oleh Rusia karena mengancam keamanannya.
Selama perangnya melawan invasi Rusia, Ukraina mendapat bantuan militer dari negara-negara Barat.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-Presiden-AS-Donald-Trump-344233.jpg)