Jumat, 15 Mei 2026

5 Populer Internasional: Agresi Israel di Timur Tengah Belum Reda - Putin Bertemu Menlu Korea Utara

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya serangan Israel yang terus berlanjut di Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Tangkap layar YouTube Al Jazeera English; TASS; Kantor Presiden Rusia; YouTube Al Jazeera
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kondisi Gaza setelah gencatan senjata tercapai, diunggah YouTube Al Jazeera English pada 13 Oktober 2025; Seorang tentara Rusia di garis depan di Ukraina; Foto diambil dari publikasi Kantor Presiden Rusia, Selasa (6/5/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bersulang dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) di Pyongyang pada 18 Juni 2024; Detik-detik bangunan di Kota Gaza dibom oleh Israel melalui serangan udara pada Senin (15/9/2025). Inilah rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir. 

Kementerian Luar Negeri Kenya mengatakan pihaknya mengadakan "pertemuan penting" bulan lalu dengan pejabat Rusia untuk membantu mengamankan pembebasan dan pemulangan mereka.

"Warga Kenya "dibujuk oleh agen-agen yang korup dan kejam untuk pergi ke Rusia dan tanpa sadar mendapati diri mereka terlibat dalam operasi militer Rusia," kata Kementerian Luar Negeri Kenya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Israel Pasang Garis Merah, Tolak Campur Tangan Militer Turki di Gaza

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menegaskan bahwa Israel tidak akan menerima keterlibatan pasukan bersenjata Turki dalam operasi internasional di Jalur Gaza.

Pernyataan ini disampaikan Sa’ar dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto pada Senin (27/10/2025) di Budapest.

Dalam keterangan resminya ia menegaskan bahwa Israel hanya akan mempertimbangkan partisipasi negara-negara yang bersikap adil dan netral terhadap kepentingan keamanan Israel.

Namun ia menolak keterlibatan pasukan Turki dalam Pasukan Stabilisasi Internasional tersebut.

Ia menuding Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memiliki sikap permusuhan terhadap Israel dan tidak dapat dianggap sebagai pihak yang netral.

“Negara-negara yang ingin atau siap mengirim pasukan bersenjata setidaknya harus bersikap adil terhadap Israel,” ujar Sa’ar, sebagaimana dikutip dari APNews.

Adapun penolakan dilakukan usai gencatan senjata antara Israel dengan Hamas disepakati, dimana dalam kesepakatan 20 poin yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump awal bulan ini, Israel berencana membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza.

Upaya ini dirancang untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, menjaga keamanan, serta membantu proses rekonstruksi wilayah yang porak-poranda akibat perang panjang.

Dalam rencana tersebut, Amerika Serikat mengambil peran sebagai penggerak utama, dengan berjanji akan bekerja sama dengan mitra Arab dan internasional untuk membentuk pasukan sementara yang bertugas menegakkan stabilitas di Gaza.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Putin Bertemu Menlu Korea Utara di Moskow, Bahas Kerja Sama Militer dan Politik

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui di Kremlin, Moskow, pada Senin (27/10/2025).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis di tengah isolasi internasional akibat sanksi Barat.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved