Minggu, 10 Mei 2026

Isu Taiwan dan Kalkulasi Geopolitik Jepang di Indo-Pasifik

Ancaman Tiongkok terhadap Jepang atas keputusannya mendukung pertahanan Taiwan dinilai tidak akan efektif,

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
Encyclopedia Britannica, Inc.
SELAT TAIWAN - Peta Asia Timur, yang menunjukkan Selat Taiwan. 

Thondup menyimpulkan bahwa Jepang tidak akan mengubah keputusannya terkait Taiwan, yang dianggap menyangkut stabilitas kawasan, perlindungan nilai demokrasi, dan penghormatan terhadap aliansi.

“Ancaman Beijing memang keras namun hampa, karena Jepang telah menetapkan pilihannya,” pungkas Thondup.

SUMBER

Jepang Siaga

Pemerintah Jepang berencana mengerahkan sistem rudal jarak menengah di Pulau Yonaguni, wilayah terdepan Jepang yang berjarak hanya 110 kilometer dari Taiwan.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi saat meninjau pangkalan militer di pulau tersebut pada Minggu (23/11/2025).

Koizumi menegaskan bahwa penempatan rudal adalah langkah pertahanan preventif di tengah meningkatnya kekuatan militer China dan potensi konflik terkait Taiwan.

“Penempatan ini dapat membantu mengurangi kemungkinan serangan bersenjata terhadap negara kami,” ujar Koizumi kepada wartawan.

“Pandangan bahwa hal ini akan meningkatkan ketegangan regional tidaklah akurat,” tambahnya.

Tak dirinci kapan pemasangan rudal akan digelar, tetapi menurut The Straits Times, rencana pembangunan tersebut mencakup rudal Type-03 Surface-to-Air Medium-Range yang mampu mencegat pesawat hingga rudal balistik.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi modernisasi pertahanan Jepang di gugus Pulau Ryukyu setelah situasi memanas akibat Perdana Menteri Sanae Takaichi mengancam akan melakukan intervensi militer jika Taiwan diserang China.

Pengerahan Rudal Buat Warga Yonaguni Khawatir

Namun, rencana pemerintah Jepang untuk menempatkan unit rudal jarak menengah di Pulau Yonaguni menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan warga lokal.

Dengan pengerahan ini, pulau kecil terdalam Jepang kini dianggap berada di garis depan potensi konflik geopolitik.

Banyak warga mengkhawatirkan bahwa kehadiran infrastruktur militer tersebut bisa menjadikan pulau mereka target potensial dalam konflik yang melibatkan Taiwan dan Tiongkok.

Baca juga: Hubungan Jepang-China Memanas, Popularitas PM Takaichi Tetap Kokoh

Kekhawatiran warga Yonaguni diperkuat oleh laporan bahwa pulau yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata dan komunitas nelayan, kini kian dilibatkan dalam upaya militer dan logistik bersama antara Jepang dan AS.

Warga merasa keputusan pusat pemerintah hanyalah memperbesar potensi pulau tersebut terseret ke dalam konflik yang jauh dari kehidupan mereka sehari-hari.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved