Minggu, 10 Mei 2026

Isu Taiwan dan Kalkulasi Geopolitik Jepang di Indo-Pasifik

Ancaman Tiongkok terhadap Jepang atas keputusannya mendukung pertahanan Taiwan dinilai tidak akan efektif,

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
Encyclopedia Britannica, Inc.
SELAT TAIWAN - Peta Asia Timur, yang menunjukkan Selat Taiwan. 

Kecaman serupa juga dilontarkan Shii Kazuo, Ketua Partai Komunis Jepang, yang menuduh “ekspansi militer bukan untuk melindungi Jepang, tetapi untuk melindungi militer Amerika Serikat.”

Kritik semacam ini menggambarkan pandangan sebagian politisi bahwa pengerahan rudal lebih mencerminkan kepentingan aliansi pertahanan bersama dengan AS dibanding perlindungan langsung terhadap warga Jepang.

China Meradang

Setelah rencana pengerahan rudal jarak menengah di Pulau Yonaguni mencuat, pengamat strategis China memberikan peringatan keras kepada Jepang.

Menurut Lü Chao, pakar dari Akademi Ilmu Sosial Liaoning, langkah itu merupakan tindakan provokatif dan berpotensi memicu eskalasi militer di kawasan Asia Timur.

Ia juga menilai kebijakan terbaru Tokyo mencerminkan pergeseran menuju strategi militer ofensif.

“Jepang sedang berjalan di jalur yang berbahaya. Pengerahan rudal dekat Taiwan menunjukkan ambisi strategis Jepang dan meningkatkan risiko eskalasi di kawasan,” ujar Lü Chao dalam komentar yang dikutip media pemerintah China.

Menurutnya, pengerahan rudal tersebut bukan tindakan defensif, melainkan bagian dari strategi militer terkoordinasi yang bertujuan memperkuat posisi Washington dalam isu Taiwan.

Hal senada disampaikan pakar militer Tiongkok, Song Zhongping, menegaskan bahwa Beijing akan merespons secara keras apabila Jepang terlibat dalam konflik atau intervensi militer terkait Taiwan, yang dianggap China sebagai wilayahnya.

“Jika Jepang ikut campur dalam isu Taiwan, China tidak akan ragu mengambil tindakan balasan terhadap wilayah Jepang. Tokyo harus memahami bahwa tindakan salah perhitungan dapat berujung konsekuensi serius,” ujar Song.

China menilai pengerahan rudal di Yonaguni sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya serta upaya menciptakan tekanan militer di sekitar Selat Taiwan salah satu titik panas geopolitik paling sensitif di dunia.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved