Dunia Hari Ini: Kebakaran Hebat di Apartemen Hong Kong – Tentara Garda Nasional AS Ditembak
Rangkuman berita populer internasional hari ini, di antaranya Kebakaran besar di Hong Kong menewaskan sedikitnya 36 orang.
Ringkasan Berita:
- Kebakaran besar di Hong Kong menewaskan sedikitnya 36 orang, ratusan lainnya hilang, dan tiga pria ditangkap.
- Dua tentara Garda Nasional AS ditembak dalam serangan terarah di dekat Gedung Putih
- Gejolak politik global, termasuk larangan Trump terhadap Afrika Selatan menghadiri G20 2026 serta kudeta di Guinea-Bissau yang membuat presiden negara itu ditangkap dan pemilu ditangguhkan.
TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah peristiwa besar kembali mewarnai berita internasional hari ini, Kamis (27/11/2025).
Kebakaran hebat melanda beberapa gedung apartemen bertingkat di Hong Kong, memicu evakuasi besar-besaran sepanjang malam.
Sementara di Amerika Serikat, seorang tentara Garda Nasional ditembak di dekat Gedung Putih dalam serangan yang disebut terarah.
Berikut rangkuman lengkap peristiwa dunia hari ini.
1. Kebakaran Gedung Tinggi di Hong Kong: 36 Tewas, 279 Hilang, 3 Orang Ditangkap
Kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir ini berlangsung sepanjang Rabu (26/11/2025) malam, menewaskan sedikitnya 36 orang dan membuat 279 orang dilaporkan hilang, Associated Press melaporkan.
Upaya penyelamatan masih berlangsung hingga Kamis pagi waktu setempat, dengan petugas terus mengevakuasi warga dari deretan gedung apartemen tinggi yang dilanda api.
Media lokal melaporkan polisi telah menangkap tiga pria atas dugaan pembunuhan terkait kebakaran yang bermula pada Rabu sore di sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po, wilayah pinggiran di New Territories.
Hingga Kamis pagi, api masih belum sepenuhnya padam.
Ratusan warga dievakuasi saat kobaran api menjalar ke tujuh dari delapan bangunan di kompleks tersebut.
Setidaknya 29 orang masih dirawat di rumah sakit.
Api besar dan asap tebal terlihat membubung dari jendela saat malam tiba.
Pihak berwenang menyatakan penyelidikan akan mencakup berbagai aspek, termasuk apakah material dinding luar gedung memenuhi standar ketahanan api, karena kecepatan penyebaran api dianggap tidak biasa.
Baca juga: Trump Klaim Hubungan Jepang–China Aman Terkendali Pastikan Perang Tak Akan Pecah di Asia
Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, mengatakan petugas menemukan lembaran busa yang sangat mudah terbakar.
Pejabat setempat menyebut kebakaran bermula dari perancah eksternal salah satu menara 32 lantai, lalu merembet ke dalam gedung dan menyebar ke bangunan lain, diduga diperparah kondisi angin kencang.
Presiden China Xi Jinping pada Rabu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya petugas pemadam kebakaran dan menyatakan simpati kepada para keluarga korban, menurut CCTV.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kebakaran-bangunan-tempat-tinggal-di-Hong-KongD.jpg)