Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.373: Rusia Maju 467 Kilometer Persegi per Bulan, Kyiv Kian Terdesak
Berdasarkan analisis Institut Studi Perang AS, Rusia merebut rata-rata 467 kilometer per segi wilayah Ukraina per bulan pada 2025.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina telah memasuki hari ke-1.373, pada Kamis (27/11/2025).
Konflik panjang ini berawal dari ketegangan yang tersisa setelah bubarnya Uni Soviet pada 1991.
Sejak Ukraina menyatakan kemerdekaannya, hubungan dengan Moskow tidak pernah sepenuhnya stabil, diselimuti perebutan pengaruh dan saling curiga di ranah politik maupun keamanan.
Puncak friksi muncul pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dianggap dekat dengan Rusia.
Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di kawasan Donbas.
Ketegangan tersebut berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Rusia melancarkan invasi penuh ke wilayah Ukraina.
Hingga kini, pertempuran masih berlangsung tanpa kejelasan kapan akan berakhir.
Berdasarkan analisis Institut Studi Perang AS, Rusia merebut rata-rata 467 kilometer persegi wilayah Ukraina per bulan pada 2025.
Konflik yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan perebutan wilayah kini berkembang menjadi pertarungan kepentingan geopolitik, persaingan narasi kekuatan global, serta taruhan masa depan tatanan keamanan internasional.
Sejumlah analis menilai akar permasalahan sangat rumit, sehingga jalan menuju perdamaian masih tampak jauh dan penuh rintangan.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.373
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1372: Perundingan Damai Mandek, Trump Kirim Utusan ke Moskow
1. GOP Kritik Keras Peran Steve Witkoff
Penanganan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff terhadap rencana perdamaian Ukraina menuai kritik tajam dari Partai Republik (GOP) di Kongres.
Senator Roger Wicker mengatakan rencana tersebut memiliki masalah serius dan diragukan bisa membawa perdamaian.
Kekhawatiran meningkat setelah Witkoff dilaporkan memberikan masukan kepada Moskow tentang cara menghadapi Trump, lapor Joseph Gedeon, yang dilansir The Guardian.
Perwakilan Republik Don Bacon menilai Witkoff berpihak pada Rusia dan tidak layak memimpin negosiasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Vladimir-Putin-dan-Zelensky-OK.jpg)