Selasa, 21 April 2026

Setelah 14 Tahun, Jepang Siap Restart PLTN Terbesar Dunia di Kashiwazaki-Kariwa

Pemerintah Prefektur Niigata telah memberikan persetujuan awal terhadap rencana restart tersebut

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa di Prefektur Niigata (Wikipedia) 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Jepang memberi sinyal kuat akan mengaktifkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa di Prefektur Niigata pada Januari 2026, setelah lebih dari satu dekade tidak beroperasi pasca tragedi Fukushima 2011.

Simbol “kembalinya Jepang ke peta nuklir dunia” setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang Fukushima.

"Keputusan ini menjadi salah satu langkah terbesar Jepang dalam kebijakan energi sejak krisis nuklir 14 tahun lalu. PLTN yang dikelola Tokyo Electric Power Company (TEPCO) itu merupakan pembangkit tenaga nuklir terbesar di dunia dengan kapasitas terpasang 8.212 MW dan total 7 reaktor," ungkap sumber Tribunnews.com Kamis (27/11/2025).

Pemerintah Prefektur Niigata telah memberikan persetujuan awal terhadap rencana restart tersebut setelah melewati rangkaian inspeksi panjang oleh Nuclear Regulation Authority (NRA).

Persetujuan lokal menjadi syarat terakhir yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan, mengingat Niigata merupakan wilayah rawan gempa dan memiliki sejarah panjang penolakan terhadap energi nuklir.

Baca juga: Organisasi Anti-Senjata Nuklir Jepang Diganjar Hadiah Nobel Perdamaian

Langkah Strategis Jepang Atasi Krisis Energi

Kembalinya Kashiwazaki-Kariwa ke jaringan listrik nasional dianggap penting bagi Jepang yang saat ini menghadapi harga energi impor yang melonjak, ketergantungan tinggi pada LNG, target emisi karbon netral 2050, tambahnya lagi.

Kebijakan ini juga menjadi penanda perubahan besar di Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang dikenal mendorong diversifikasi energi domestik demi stabilitas nasional.

Meski pemerintah pusat mendorong restart, isu keamanan tetap menjadi perhatian publik.

Beberapa kelompok masyarakat Niigata menilai TEPCO belum mampu memulihkan sepenuhnya kepercayaan publik setelah insiden Fukushima Daiichi.

Selain itu, lokasi PLTN yang berada di zona seismik aktif memunculkan kekhawatiran baru, meski NRA menegaskan standar keamanan saat ini adalah yang “paling ketat dalam sejarah Jepang”.

Dampak pada Peta Energi Asia

Restart PLTN terbesar dunia ini berpotensi berdampak pada pasar energi regional dengan beroperasinya kembali beberapa unit reaktor  Jepang tersebut.

Hal ini dapat  mengurangi impor LNG, menurunkan biaya energi domestik, meningkatkan stabilitas sistem listrik nasional.

"Selain itu dapat juga  mempengaruhi dinamika energi di Asia Timur, termasuk pasokan gas dari Indonesia yang selama ini menjadi salah satu mitra utama Jepang," paparnya lagi.

Kashiwazaki-Kariwa telah menjadi ikon perdebatan energi Jepang selama lebih dari satu dekade.

Jika benar beroperasi pada Januari 2026, maka ini akan menjadi reaktor besar pertama TEPCO yang kembali aktif sejak 2011 sebagai simbol kebangkitan industri nuklir Jepang kembali setelah lama dibayangi ledakan Fukushima 11 Maret 2011.

Diskusi  PLTN di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved