Jepang Sodorkan Stimulus Rp1.980 Triliun, Perkuat Belanja Publik dan Inovasi
Kenaikan harga energi, bahan pangan, hingga kebutuhan pokok dua tahun terakhir mendorong pemerintah mengambil langkah agresif
Laporan Koresponden Tribunnews.com dari Jepang Ricard Susilo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Pemerintah Jepang meresmikan anggaran tambahan (extra budget) tahun fiskal 2025 senilai 18,303,4 triliun yen Jepang atau setara sekitar Rp1.980 triliun, Kamis (28/11).
Kebijakan tersebut menjadi salah satu stimulus fiskal terbesar sepanjang sejarah Jepang, diformulasikan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk meredam tekanan biaya hidup dan mempercepat transformasi teknologi nasional.
Kenaikan harga energi, bahan pangan, hingga kebutuhan pokok dua tahun terakhir mendorong pemerintah mengambil langkah agresif melalui paket belanja tambahan.
Prioritas utama diarahkan pada penguatan daya beli keluarga, stabilisasi harga, serta investasi teknologi strategis seperti kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.
Baca juga: Anggaran Pertahanan Jepang 2025 Pecahkan Rekor Baru 8,7 Triliun Yen, Naik 9,4 Persen
Dari total belanja negara tambahan tersebut, ¥7,7 triliun dialokasikan bagi dukungan langsung kepada rumah tangga.
Program mencakup subsidi listrik–gas, bantuan tunai per-anak, hingga sokongan biaya hidup bagi keluarga berpendapatan menengah ke bawah.
Harapannya, konsumsi masyarakat tetap terjaga dan tidak jatuh akibat inflasi berkepanjangan.
Jepang Pacu Riset AI dan Teknologi Masa Depan
Pemerintah juga menyiapkan 1,48 triliun yen untuk riset dan penguatan industri teknologi strategis.
Pendanaan mencakup pengembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, industri masa depan, serta penguatan rantai pasok nasional.
Langkah ini mempertegas ambisi Jepang menjadi pusat pengembangan teknologi Asia pada 2027, di tengah persaingan inovasi global yang semakin ketat.
Selain bantuan konsumsi, pemerintah menyalurkan 3,05 triliun yen untuk menekan dampak inflasi, serta 1,2 triliun yen bagi usaha kecil dan menengah (UKM) agar tetap bertahan meski biaya operasional meningkat.
Adapun sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan memperoleh tambahan 522 miliar yen guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan domestik.
Pertahanan dan Mitigasi Bencana Diperkuat
Anggaran pertahanan mendapat tambahan 693 miliar yen untuk modernisasi terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gedung-dietj-jepang111.jpg)