Minggu, 19 April 2026

Jepang Sodorkan Stimulus Rp1.980 Triliun, Perkuat Belanja Publik dan Inovasi

Kenaikan harga energi, bahan pangan, hingga kebutuhan pokok dua tahun terakhir mendorong pemerintah mengambil langkah agresif

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
Gedung parlemen Jepang Diet di Nagatacho Tokyo. Pemerintah Jepang meresmikan anggaran tambahan (extra budget) tahun fiskal 2025 senilai 18,303,4 triliun yen Jepang atau setara sekitar Rp1.980 triliun, Kamis (28/11). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com dari Jepang Ricard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYOPemerintah Jepang meresmikan anggaran tambahan (extra budget) tahun fiskal 2025 senilai 18,303,4 triliun yen Jepang atau setara sekitar Rp1.980 triliun, Kamis (28/11). 

Kebijakan tersebut menjadi salah satu stimulus fiskal terbesar sepanjang sejarah Jepang, diformulasikan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk meredam tekanan biaya hidup dan mempercepat transformasi teknologi nasional.

Kenaikan harga energi, bahan pangan, hingga kebutuhan pokok dua tahun terakhir mendorong pemerintah mengambil langkah agresif melalui paket belanja tambahan.

Prioritas utama diarahkan pada penguatan daya beli keluarga, stabilisasi harga, serta investasi teknologi strategis seperti kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.

Baca juga: Anggaran Pertahanan Jepang 2025 Pecahkan Rekor Baru 8,7 Triliun Yen, Naik 9,4 Persen

Dari total belanja negara tambahan tersebut, ¥7,7 triliun dialokasikan bagi dukungan langsung kepada rumah tangga. 

Program mencakup subsidi listrik–gas, bantuan tunai per-anak, hingga sokongan biaya hidup bagi keluarga berpendapatan menengah ke bawah.

Harapannya, konsumsi masyarakat tetap terjaga dan tidak jatuh akibat inflasi berkepanjangan.

Jepang Pacu Riset AI dan Teknologi Masa Depan

Pemerintah juga menyiapkan 1,48 triliun yen untuk riset dan penguatan industri teknologi strategis.

Pendanaan mencakup pengembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, industri masa depan, serta penguatan rantai pasok nasional.

Langkah ini mempertegas ambisi Jepang menjadi pusat pengembangan teknologi Asia pada 2027, di tengah persaingan inovasi global yang semakin ketat.

 Selain bantuan konsumsi, pemerintah menyalurkan 3,05 triliun yen untuk menekan dampak inflasi, serta 1,2 triliun yen bagi usaha kecil dan menengah (UKM) agar tetap bertahan meski biaya operasional meningkat.

PESAWAT CHINA - Pernyataan PM Takaichi soal kemungkinan intervensi militer Jepang jika China menyerang Taiwan memicu kemarahan Beijing, menyebabkan larangan perjalanan dan pembatalan studi warga China ke Jepang hingga 500.000 tiket pesawat China ke Jepang dibatalkan.
PESAWAT CHINA - Pernyataan PM Takaichi soal kemungkinan intervensi militer Jepang jika China menyerang Taiwan memicu kemarahan Beijing, menyebabkan larangan perjalanan dan pembatalan studi warga China ke Jepang hingga 500.000 tiket pesawat China ke Jepang dibatalkan. (Tngkap layar siaran Youtube Wion)

Adapun sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan memperoleh tambahan 522 miliar yen guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan domestik.

 
Pertahanan dan Mitigasi Bencana Diperkuat

Anggaran pertahanan mendapat tambahan 693 miliar yen untuk modernisasi terbatas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved