Kamis, 21 Mei 2026

Davidson Window dan Prediksi Benarkah Militer China akan Menginvasi Taiwan pada Tahun 2027?

Kapan China melakukan invasi ke Taiwan? Benarkah China akan menyerang Taiwan pada 2027?

Tayang:
/Li Gang
KAPAL INDUK CHINA - Mengenal konsep Davidson Window dan prediksinya kapan China melakukan invasi ke Taiwan? Benarkah China akan menyerang Taiwan pada 2027? 

Ringkasan Berita:
  • Konsep Davidson Window diperkenalkan Laksamana Philip S. Davidson (eks Komandan INDOPACOM AS) pada 2021.
  • Mendefinisikan periode kritis 2021–2027.
  • PLA diperkirakan mencapai kesiapan militer untuk mengambil alih Taiwan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - China dan Taiwan kembali memanas di penghujung 2025, setelah Beijing kembali menegaskan klaim kedaulatan atas Taiwan, sementara Taipei menolak tegas ide “kembali ke China” seraya memperkuat anggaran pertahanan mereka.

Setiap kali terjadi eskalasi tentu menyisakan kekhawatiran banyak pihak:

Akankah ini semua berujung pada intervensi militer? Jika iya, kapan China melakukan invasi ke Taiwan? Benarkah China akan menyerang Taiwan pada 2027?

'Teori' Davidson Window

Semua spekulasi soal potensi China menyerang Taiwan pada 2027 bermula dari konsep Davidson Window.

Nama konsep ini diambil dari Laksamana Philip S. Davidson, seorang perwira tinggi militer yang pernah menjabat sebagai Komandan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM). 

Pada Maret 2021, Laksamana Davidson menyampaikan peringatan keras dalam kesaksiannya di hadapan Senat AS.

 Ia tidak hanya menyajikan analisis, tetapi juga sebuah proyeksi waktu yang sangat spesifik.

Jendela Davidson didefinisikan sebagai periode kritis dari tahun 2021 hingga 2027.

Menurut Davidson, dalam rentang waktu inilah Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) akan mencapai tingkat kemampuan militer yang memadai untuk melakukan upaya serius guna mengambil alih Taiwan

Peringatan ini didasarkan pada pengamatan atas kecepatan luar biasa modernisasi militer Tiongkok, termasuk peningkatan kapasitas amfibi, teknologi misil, dan kemampuan perang siber.

Di Kongres Amerika Serikat, komentar Davidson seperti sirene darurat. Komite pertahanan segera menggelontorkan anggaran melalui Pacific Deterrence Initiative. 

Dalam beberapa tahun, permintaan belanja Indo-Pacific Command melambung menjadi US$26,5 miliar. Sekitar US$15 miliar di antaranya masuk dalam anggaran Pertahanan AS 2025. 

Kongres bahkan memberi Pentagon kewenangan US$1 miliar per tahun untuk memasok senjata ke Taiwan, di luar bantuan tambahan hampir US$4 miliar lewat paket keamanan nasional terbaru.

Taiwan sendiri menempatkan 2027 sebagai titik krusial.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved