Davidson Window dan Prediksi Benarkah Militer China akan Menginvasi Taiwan pada Tahun 2027?
Kapan China melakukan invasi ke Taiwan? Benarkah China akan menyerang Taiwan pada 2027?
Latihan militer tahunan Han Kuang bulan lalu mensimulasikan skenario serangan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada tahun tersebut.
Beijing di sisi lain, menolak menjadikan 2027 sebagai tenggat politik resmi.
Presiden Xi Jinping bahkan membantah isu invasi di pertemuan Xi-Biden di San Francisco, tahun 2023 silam.
XI mengatakan, mengikat diri pada jadwal politik, menurutnya, justru mengurangi fleksibilitas strategis.
2027: Kesiapan atau Tenggat Waktu?
Benar atau tidak prediksi itu, tapi intelijen AS justru menambah "panas" dengan ikut menyebut Xi telah memerintahkan militer untuk “siap” menginvasi Taiwan pada 2027.
Namun para pejabat Washington bersikeras bahwa “siap” bukan berarti “akan”—dan 2027 bukanlah tenggat.
Hanya saja, pernyataan itu kemudian berkembang liar. Sebagian pejabat tinggi Pentagon bahkan sempat membuat pernyataan yang memperkeruh keadaan.
Pada 2023, memo internal Jenderal Mike Minihan bocor ke publik: “Saya berharap saya salah. Tapi firasat saya kita akan berperang pada 2025.”
Pentagon buru-buru meredam. Juru bicara mengulang narasi baru: konflik dengan China “tidak segera dan tidak tak terhindarkan”.
Tapi terlanjur, bayang-bayang 2027 sudah terpatri di benak publik dan para pembuat kebijakan.
Di luar itu, para peneliti China mengingatkan, Beijing tak pernah menetapkan tenggat untuk menyerang Taiwan.
Hukum anti-separatis China hanya memberi mandat penggunaan kekuatan jika Taiwan benar-benar mendeklarasikan kemerdekaan.
Bahkan dalam retorika resmi Xi, unifikasi “tanpa kekerasan” tetap menjadi preferensi.
“Politisi selalu ingin memiliki pilihan,” kata Toshi Yoshihara, analis senior di Washington. “Menetapkan tenggat waktu justru mempersempit pilihan Xi.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Melihat-Kapal-Induk-Raksasa-China-Fujian_20251113_140431.jpg)