Negara-Negara Asia Tenggara yang Berjuang Hadapi Banjir Bandang, Indonesia Terparah
Dari data terbaru, jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Asia Tenggara mencapai 183 orang per Jumat (28/11/2025) hari ini.
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang dan tanah longsor saat ini tengah melanda hampir seluruh kawasan di Asia Tenggara.
- Indonesia adalah negara yang paling parah terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
- Limpahan bencana ekstrem ini menggarisbawahi kerentanan kawasan Asia Tenggara terhadap peristiwa cuaca ekstrem yang berkaitan dengan perubahan iklim.
TRIBUNNEWS.COM - Negara-negara di Asia Tenggara saat ini tengah berjuang menghadapi musibah banjir bandang.
Sebut saja Malaysia, Thailand, Sri Lanka, dan yang terbaru adalah Indonesia, tengah menghadapi banjir bandang.
Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang paling parah terkena dampak banjir bandang ini.
Dari data terbaru, banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara ini memakan korban tewas sebanyak 87 orang.
Diperkirakan jumlah korban tewas akibat banjir di ketiga provinsi Indonesia masih terus bertambah.
Hujan deras akibat siklon dan badai tropis langka di Selat Malaka telah merendam seluruh seluruh wilayah tersebut sejak minggu lalu.
Sementara di Thailand, pihak berwenang melaporkan setidaknya 94 korban jiwa, 55 di antaranya terjadi di provinsi selatan Songkhla, dikutip dari Anewz.
Meskipun hujan telah berhenti di pusat regional Hat Yai pada hari Jumat, banjir masih mencapai mata kaki penduduk, dan sebagian besar kota masih tanpa listrik.
Para ahli meteorologi Thailand menggambarkan banjir ini sebagai yang terparah dalam 15 tahun terakhir, dan mencatat bahwa Hat Yai mencatat curah hujan 335 mm pada hari Jumat — total curah hujan tertinggi dalam satu hari di kota itu dalam tiga abad.
Di Sri Lanka, pihak berwenang mengonfirmasi 46 kematian terkait dengan sistem cuaca yang sama, yang membawa angin kencang dan banjir yang merusak ke negara kepulauan itu.
Malaysia melaporkan dua kematian dan pengungsian luas akibat badai tropis Senyar yang melanda daratan tak lama setelah tengah malam sebelum melemah.
Baca juga: Rumah Dinas Gubernur hingga Kapolda Tergenang, Banjir di Medan Jadi Alarm Tata Kota Indonesia
Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa hujan lebat, angin kencang, dan kondisi laut yang berbahaya masih mungkin terjadi.
Lebih dari 30.000 pengungsi masih berlindung di pusat-pusat bantuan pada hari Jumat, turun dari 34.000 pada hari sebelumnya.
Peringatan Perubahan Iklim
Limpahan bencana ekstrem ini menggarisbawahi kerentanan kawasan Asia Tenggara terhadap peristiwa cuaca ekstrem yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Selain Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka, Vietnam dan Filipina juga menghadapi kehancuran masif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-dan-Longsor-Kepung-Aceh-Sumut-Hingga-Sumbar_20251128_140725.jpg)