Selasa, 9 Juni 2026

Jepang Sodorkan Stimulus Rp1.980 Triliun, Perkuat Belanja Publik dan Inovasi

Kenaikan harga energi, bahan pangan, hingga kebutuhan pokok dua tahun terakhir mendorong pemerintah mengambil langkah agresif

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
Gedung parlemen Jepang Diet di Nagatacho Tokyo. Pemerintah Jepang meresmikan anggaran tambahan (extra budget) tahun fiskal 2025 senilai 18,303,4 triliun yen Jepang atau setara sekitar Rp1.980 triliun, Kamis (28/11). 

Sementara 1,1 triliun yen dialokasikan bagi peningkatan kesiapsiagaan bencana, termasuk penguatan infrastruktur terhadap banjir, gempa bumi, dan cuaca ekstrem—tantangan alam yang kerap menimpa Jepang.

Untuk menutup kebutuhan belanja, Tokyo akan menerbitkan obligasi pemerintah baru bernilai 11,69 triliun yen.

Kebijakan tersebut memicu perhatian investor global karena utang Jepang telah menembus 260 persen dari PDB—tertinggi di dunia.

Namun pemerintah menegaskan, struktur pembiayaan masih relatif aman karena 90% surat utang dipegang investor domestik.

Sinyal Besar Kebijakan Ekonomi Era Takaichi

Paket stimulus ini menjadi indikasi kuat bahwa pemerintahan Takaichi memilih jalur fiskal ekspansif sebagai strategi menahan tekanan ekonomi jangka pendek, sembari menyiapkan basis pertumbuhan jangka panjang berbasis inovasi teknologi.

Kebijakan anyar ini juga diperkirakan akan berdampak pada dinamika ekonomi regional, termasuk peluang kerja sama riset teknologi dengan negara-negara ASEAN, tak terkecuali Indonesia.

Diskusi  pemerintahan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved