Jepang Sodorkan Stimulus Rp1.980 Triliun, Perkuat Belanja Publik dan Inovasi
Kenaikan harga energi, bahan pangan, hingga kebutuhan pokok dua tahun terakhir mendorong pemerintah mengambil langkah agresif
Sementara 1,1 triliun yen dialokasikan bagi peningkatan kesiapsiagaan bencana, termasuk penguatan infrastruktur terhadap banjir, gempa bumi, dan cuaca ekstrem—tantangan alam yang kerap menimpa Jepang.
Untuk menutup kebutuhan belanja, Tokyo akan menerbitkan obligasi pemerintah baru bernilai 11,69 triliun yen.
Kebijakan tersebut memicu perhatian investor global karena utang Jepang telah menembus 260 persen dari PDB—tertinggi di dunia.
Namun pemerintah menegaskan, struktur pembiayaan masih relatif aman karena 90% surat utang dipegang investor domestik.
Sinyal Besar Kebijakan Ekonomi Era Takaichi
Paket stimulus ini menjadi indikasi kuat bahwa pemerintahan Takaichi memilih jalur fiskal ekspansif sebagai strategi menahan tekanan ekonomi jangka pendek, sembari menyiapkan basis pertumbuhan jangka panjang berbasis inovasi teknologi.
Kebijakan anyar ini juga diperkirakan akan berdampak pada dinamika ekonomi regional, termasuk peluang kerja sama riset teknologi dengan negara-negara ASEAN, tak terkecuali Indonesia.
Diskusi pemerintahan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gedung-dietj-jepang111.jpg)