Di Tengah Badai Kasus Korupsi, Netanyahu Minta Pengampunan ke Presiden Israel
PM Israel Benjamin Netanyahu akhirnya minta pengampunan ke Presiden Isaac Herzog terkait kasus korupsi yang menimpanya.
Ringkasan Berita:
- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu akhirnya mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog atas kasus korupsi yang menimpanya.
- Permintaan pengampunan tersebut diserahkan secara langsung melalui kuasa hukum Netanyahu, Amit Hadad.
- Langkah seorang perdana menteri yang sedang menjabat untuk meminta pengampunan merupakan hal yang luar biasa.
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi mengajukan permohonan pengampunan atau grasi kepada Presiden Isaac Herzog.
Benjamin Netanyahu meminta pengampunan kepada Isaac Herzog terkait dengan kasus korupsi yang tengah menimpanya.
Permintaan ini, yang berpotensi membawa implikasi signifikan dalam lanskap politik Israel, dikonfirmasi oleh kantor kepresidenan pada Minggu (30/11/2025).
Permintaan pengampunan tersebut diserahkan secara langsung melalui kuasa hukum Netanyahu, Amit Hadad.
Langkah seorang perdana menteri yang sedang menjabat untuk meminta pengampunan merupakan hal yang luar biasa, sehingga langsung menarik perhatian luas dari publik maupun komunitas politik di Israel.
Menanggapi permohonan tersebut, Kantor Presiden Isaac Herzog mengeluarkan pernyataan resmi.
"Kantor Presiden menyadari bahwa ini adalah permintaan yang luar biasa yang membawa implikasi signifikan," sebut pernyataan tersebut, dikutip dari The Jerusalem Post.
Lebih lanjut, Kantor Kepresidenan menambahkan bahwa Presiden akan menangani masalah ini dengan sangat hati-hati.
"Setelah menerima semua opini yang relevan, Presiden akan mempertimbangkan permintaan tersebut secara bertanggung jawab dan tulus," tutup pernyataan dari Kantor Herzog.
Laporan ini masih terus berkembang, mengindikasikan bahwa proses pertimbangan oleh Presiden Herzog kemungkinan akan melibatkan konsultasi mendalam dengan penasihat hukum dan berbagai pihak terkait sebelum keputusan final dibuat.
Alasan Ajukan Pengampunan
Baca juga: UEA Ajak Netanyahu Kebut Mega-Proyek Kereta Lintas Negara di Tengah Memanasnya Konflik Gaza
Amit Hadad menyerahkan memorandum hukum setebal 111 halaman bersama dengan surat pribadi dari Netanyahu.
Hadad berpendapat bahwa pengampunan akan memungkinkan Perdana Menteri untuk mengabdikan seluruh waktu dan energinya dalam memajukan Israel di masa-masa kritis ini.
"Pemberian permintaan ini akan memungkinkan Perdana Menteri untuk mencurahkan seluruh waktu, kemampuan, dan energinya untuk memajukan Israel di masa-masa kritis ini," tulis Hadad, dikutip dari CNN.
Permintaan Netanyahu ini bersifat formal dan langsung.
Kantor Kepresidenan, yang menyadari sifat luar biasa dari permintaan tersebut, telah mentransfernya ke Departemen Pengampunan Kementerian Kehakiman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/NETANYAHUUU-3453453.jpg)