Sabtu, 25 April 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Konflik AS-Venezuela: Trump Konfirmasi Bicara dengan Maduro tapi Bungkam Soal Isi Telepon

Trump mengaku berbicara dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro namun menolak membuka isi pembicaraan, di tengah memanasnya konflik AS–Venezuela.

Editor: Nuryanti
Kolase X/@realDonaldTrump dan Instagram @nicolasmaduro
PERANG KARTEL NARKOBA. Kolase foto dari X/@realDonaldTrump dan Instagram Presiden Venezuela, Nicolas Maduro @nicolasmaduro, Selasa (26/8/2025). Tensi ketegangan antara Washington dan Caracas masih tinggi. Terkini, Trump mengonfirmasi baru saja berbicara melalui telepon dengan Maduro. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi telah berbicara lewat telepon dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro namun menolak menjelaskan isinya di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
  • AS menekan Caracas dengan operasi militer dan tuduhan narkoba, sementara Venezuela menuding Washington melanggar hukum internasional.
  • Kemunculan Maduro meredam spekulasi, dan ia menuduh AS mengincar cadangan minyak Venezuela.

TRIBUNNEWS.COM - Tensi ketegangan antara Washington dan Caracas masih tinggi.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia baru saja berbicara melalui telepon dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Meski demikian, Trump menolak memberikan rincian apa pun mengenai isi pembicaraan itu.

“Saya tidak ingin berkomentar. Jawabannya, ya,” ujar Trump kepada wartawan di dalam Air Force One ketika ditanya soal percakapan tersebut.

Ia menambahkan panggilan itu “bukan baik atau buruk, hanya panggilan telepon.”

The New York Times melaporkan kontak itu terjadi awal bulan ini dan membahas kemungkinan pertemuan kedua pemimpin di AS.

Sedangkan The Guardian melaporkan pada Senin (1/12/2025), panggilan ini terungkap saat Trump semakin keras memakai retorika perang terhadap Venezuela.

Pada Sabtu lalu, Trump mengatakan wilayah udara di sekitar Venezuela harus dianggap “sepenuhnya ditutup”, tanpa menjelaskan rinciannya.

Pernyataan itu memicu kebingungan di Caracas, terlebih ketika AS meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Maduro.

Ketika ditanya apakah komentarnya merupakan tanda serangan yang segera terjadi, Trump hanya menjawab: “Jangan berasumsi apa pun.”

AS Tingkatkan Tekanan, Venezuela Tuduh Washington Langgar Hukum Internasional

Baca juga: Trump Umumkan Ruang Udara Venezuela Harus Dianggap Ditutup Seluruhnya, Kini Tuai Kemarahan

Reuters melaporkan pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk upaya menggulingkan Maduro dan operasi militer tambahan di Karibia.

Langkah itu disebut terkait tuduhan bahwa Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba — klaim yang sudah dibantah presiden Venezuela tersebut.

AS sebelumnya melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di lepas pantai Venezuela sejak September.

Kelompok HAM mengecam operasi itu sebagai pembunuhan di luar hukum, sementara beberapa sekutu AS mengkhawatirkan potensi pelanggaran hukum internasional.

Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez menyebut serangan AS sebagai “pembunuhan”, menegaskan bahwa tidak ada perang yang dideklarasikan antara kedua negara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved