Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan Besar-besaran, Rusia Luncurkan 51 Rudal dan 653 Drone ke Ukraina saat Perundingan Berlanjut

Rusia menggunakan 653 pesawat tak berawak (drone) dan 51 rudal dalam serangan berskala luas ke Ukraina.

Tayang:
Telegram/Volodymyr Zelensky
TERBAKAR - Sebuah gambar yang dipublikasikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menunjukkan sebuah gedung apartemen terbakar setelah serangan Rusia, Rabu (22/10/2025). Rusia menggunakan 653 pesawat tak berawak (drone) dan 51 rudal dalam serangan berskala luas ke Ukraina. 

Ringkasan Berita:
  • Rusia melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak besar-besaran ke Ukraina
  • Rusia menggunakan 653 pesawat tak berawak dan 51 rudal dalam serangan berskala luas.
  • Pasukan Ukraina menembak jatuh dan menetralisir 585 pesawat tak berawak dan 30 rudal.

TRIBUNNEWS.COM - Rusia melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak atau drone besar-besaran ke Ukraina pada Sabtu (6/12/2025).

Serangan Rusia dilancarkan setelah pejabat Amerika Serikat (AS) dan Ukraina mengatakan mereka akan bertemu pada Sabtu untuk perundingan hari ketiga, yang bertujuan mengakhiri perang.

Diberitakan AP News, Rusia menggunakan 653 pesawat tak berawak dan 51 rudal dalam serangan berskala luas itu.

Hal tersebut memicu peringatan serangan udara di seluruh negeri dan terjadi saat Ukraina memperingati Hari Angkatan Bersenjata.

Sementara itu, pasukan Ukraina menembak jatuh dan menetralisir 585 pesawat tak berawak dan 30 rudal, kata angkatan udara, seraya menambahkan bahwa 29 lokasi diserang.

Ada Korban Luka

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menyampaikan setidaknya delapan orang terluka dalam serangan itu.

Di antara mereka, tiga orang terluka di wilayah Kyiv, menurut pejabat setempat.

Penampakan drone dilaporkan hingga ke wilayah Lviv di Ukraina bagian barat.

"Rusia melancarkan serangan rudal-drone besar-besaran terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi lainnya di beberapa wilayah Ukraina," tulis operator energi nasional Ukraina, Ukrenergo, di Telegram.

Dilansir Al Arabiya, pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina untuk sementara kehilangan seluruh pasokan listrik di luar lokasi semalam.

Hal itu disampaikan Badan Tenaga Atom Internasional pada Sabtu, mengutip Direktur Jenderal Rafael Mariano Grossi.

Baca juga: India Abaikan Ancaman Trump, Pilih Lanjut Borong Minyak dan Energi Rusia

Pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa ini telah berada di bawah kendali Rusia sejak Maret 2022, ketika pasukan Rusia menyerbu sebagian besar wilayah tenggara Ukraina.

Saat ini, pembangkit listrik tersebut tidak memproduksi listrik, tetapi mengandalkan daya eksternal untuk menjaga bahan nuklir tetap dingin dan mencegah kehancuran.

Pembangkit itu dihubungkan kembali ke saluran listrik 330 kilovolt (kV) setelah pemadaman selama setengah jam, kata IAEA.

Saluran listrik 750 kV yang sebelumnya diputus telah kembali beroperasi, kata manajemen pembangkit yang dipasang Rusia pada Sabtu sore, dan pasokan listrik yang stabil telah dipulihkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved