Bonus Musim Dingin PM Jepang 3,41 Juta Yen, Pegawai Negeri 740.000 Yen
Bonus musim dingin ASN Jepang turun, sementara bonus PM Takaichi merosot tajam akibat masa jabatan singkat dan kebijakan pemotongan sukarela
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Jepang mulai membayarkan bonus musim dingin bagi pegawai negeri dengan rata-rata 702.200 yen, turun 2,7 persen dari tahun lalu.
- Jika revisi UU Gaji diberlakukan, bonus dapat naik menjadi 746.100 yen.
- Bonus PM Sanae Takaichi turun ke 3,41 juta yen akibat masa jabatan singkat dan pemotongan sukarela 30 persen.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Jepang mulai membayarkan bonus musim dingin (tunjangan akhir masa jabatan dan tunjangan ketekunan) kepada para pegawai negeri, Selasa (10/12/2025).
Pembayaran ini merupakan salah satu komponen pendapatan tahunan terpenting bagi para aparatur sipil negara di Jepang, termasuk pejabat tinggi pemerintahan.
“Berdasarkan data terbaru, jumlah rata-rata bonus untuk pegawai administrasi nasional berusia rata-rata 32,9 tahun—tidak termasuk pegawai manajerial—mencapai sekitar 702.200 yen (Rp32 juta), turun sekitar 19.800 yen (sekitar 2,7 persen) dibandingkan bonus musim dingin tahun sebelumnya,” ungkap seorang pejabat pemerintah Jepang kepada Tribunnews.com Rabu (10/12/2025).
Jika revisi Undang-Undang Gaji yang mengacu pada rekomendasi Dewan Kepegawaian Nasional (National Personnel Authority/NPA) diberlakukan, bonus tersebut akan mengalami kenaikan sekitar 3,3 persen menjadi 746.100 yen (Rp79,4 juta).
Selisih kenaikan ini rencananya akan dibayarkan secara terpisah pada waktu berikutnya.
Baca juga: PM Jepang Sanae Takaichi Masih Andalkan Mesin Fax di Era Digital
Bonus PM Sanae Takaichi Turun Karena Dua Faktor
Di sisi lain, perhatian publik tertuju pada besaran bonus akhir tahun yang diterima Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Secara teori, perdana menteri biasanya menerima end-of-year allowance sekitar 5,79 juta yen. Namun untuk tahun ini, jumlah tersebut menjadi jauh lebih kecil karena dua alasan:
Masa jabatan Takaichi yang masih singkat, sehingga pembayaran tidak penuh mengikuti perhitungan durasi masa kerja.
Pengembalian sukarela sebesar 30?ri gaji perdana menteri, sebagai bagian dari komitmen Takaichi terhadap reformasi administrasi dan penghematan fiskal nasional.
Dengan dua faktor tersebut, bonus musim dingin yang diterima Perdana Menteri Takaichi turun signifikan menjadi sekitar 3,41 juta yen.
Kebijakan pemotongan sukarela ini sebelumnya telah Takaichi sampaikan dalam berbagai kesempatan sebagai simbol tanggung jawab fiskal di tengah tantangan ekonomi Jepang dan kebutuhan reformasi struktural di pemerintahan.
Diskusi gaji di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kntorPMJepang1.jpg)