Murid Mengutil di Ubud Bali, Wakil Kasek SMP/SMA Otani Minta Maaf
Sekolah Otani mengirimkan murid SMP/SMA nya ke Bali sejak 30 November sampai dengan 5 Desember lalu tiba di Jepang 6 Desember pagi untuk studi tour
Ringkasan Berita:
- Beberapa murid SMP/SMA Otani Kyoto mengutil 11 barang di Ubud, Bali, 3 Desember 2025.
- Sekolah meminta maaf dan akan ganti rugi.
- Pengacara sedang disiapkan untuk menyelesaikan masalah.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sekolah SMP/SMA Otani di Kyoto sedang menyiapkan pengacara untuk menyelesaikan masalah mengutil yang dilakukan beberapa muridnya melakukan mengutil (Manbiki) di Ubud Bali, 3 Desember 2025 silam.
"Kita sedang memikirkan untuk menyiapkan pengacara untuk bisa menyelesaikan masalah manbiki yang dilakukan murid sekolah kami baru-baru ini di Bali," ungkap Kitahata, Wakil Kepala Sekolah yang berbicara khusus kepada Tribunnews.com siang ini (11/12/2025) via telepon .
Sekolah Otani mengirimkan banyak murid SMP/SMA nya ke Bali sejak 30 November sampai dengan 5 Desember lalu tiba di Jepang 6 Desember pagi untuk studi tour.
Tanggal 3 Desember saat berada di pasar Jalan Kajeng Ubud Bali beberapa muridnya melakukan mengutil, mengambil/mencuri 11 item barang di sana, kaos topi dan sebagainya.
"Dari lubuk hati terdalam, kami meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut dan kini masih terus berusaha untuk memfokuskan diri guna meminta maaf kepada toko yang bersangkutan, membayar ganti rugi dan lainnya dan kami juga memikirkan mencari pengacara sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini," tambahnya.
Baca juga: Sekolah Otani Kyoto Hubungi Otoritas di Bali Usai Siswanya Terekam Mengutil di Ubud
Permohonan maaf terutama kepada pemilik toko yang dirugikan, kepada masyarakat Indonesia tempat kejadian berlangsung 3 Desember 2025 lalu.
"Selain itu kami juga sedang menyiapkan upaya untuk menjelaskan semuanya kepada para orangtua murid sekolah kami agar jelas semuanya. Saat ini masih konsultasi dengan pihak pengacara jepang untuk berbagai hal yang perlu kami lakukan nantinya," katanya.
Mengenai penghapusan pesan di Instagram dan di website sekolah setelah studi tour diupload dan dihapus sekitar tanggal 6 Desember lalu Kitahata berkomentar berikut.
"Itu ada foto wajah-wajah murid kami dan berbagai privasi lainnya jadi kami hapus agar tidak memunculkan kegaduhan dan hal-hal lain yang kurang baik nantinya," ungkapnya lagi.
Berulang kali sang wakil kepala sekolah ini meminta maaf sedalamnya atas kejadian tersebut dan semoga dalam waktu dekat bisa segera menyelesaikan masalah itu terutama dengan pihak korban dari Indonesia.
"Untuk saat ini penjelasan kami hanya yang tertulis di website kami 8 Desember lalu.
Sementara masih kami atur lebih lanjut proses lainnya terkait penyelesaian masalah ini dan menghadapi para orangtua murid kami dalam waktu dekat."
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sekolahpencuribali.jpg)