Senin, 27 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Isyaratkan Tak Suka Proposal Perdamaian Ukraina yang Baru, tapi Kyiv Setujui Poin-poin Penting

Moskow belum melihat proposal Amerika Serikat (AS) yang direvisi setelah pembicaraan terakhir dengan Ukraina.

Penulis: Nuryanti
Alexander Polegenko / TASS
ILUSTRASI RUSIA - Personel militer Rusia di garis depan di Ukraina. Moskow belum melihat proposal Amerika Serikat (AS) yang direvisi setelah pembicaraan terakhir dengan Ukraina. 

Ringkasan Berita:
  • Moskow belum melihat proposal Amerika Serikat (AS) yang direvisi setelah pembicaraan terakhir dengan Ukraina.
  • Kyiv telah menyetujui poin-poin penting dari rencana rekonstruksi pasca-perang.
  • Pihak Rusia mengisyaratkan bahwa Moskow mungkin tidak akan menyukainya.

TRIBUNNEWS.COM - Rusia kemungkinan tidak menyukai beberapa bagian dari proposal perdamaian Ukraina, Jumat (12/12/2025).

Pembantu kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan Moskow belum melihat proposal Amerika Serikat (AS) yang direvisi setelah pembicaraan terakhir dengan Ukraina.

Sementara itu, Kyiv telah menyetujui poin-poin penting dari rencana rekonstruksi pasca-perang dalam pembicaraan dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, dan pejabat tinggi lainnya.

Hal ini sebagaimana disampaikan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, Rabu (10/12/2025) lalu.

Zelensky mengatakan, penyusunan "dokumen ekonomi" sedang berlangsung dan Ukraina "sepenuhnya berpihak pada Amerika."

AS telah berupaya untuk mendirikan dana investasi di Ukraina untuk sektor-sektor termasuk logam langka sebagai aspek sentral dari rekonstruksi pasca-perang negara tersebut.

Kemudian, Moskow juga telah mengisyaratkan minatnya untuk menarik investasi asing setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa rencana perdamaian Washington mencakup proposal untuk berinvestasi dalam logam tanah jarang dan energi Rusia.

Yuri Ushakov, ajudan Kremlin, mengatakan pihak Rusia belum melihat proposal baru tersebut, tetapi mengisyaratkan bahwa Moskow mungkin tidak akan menyukainya.

"Kami belum melihat versi revisi dari draf Amerika. Ketika kami melihatnya, kami mungkin tidak menyukai banyak hal, begitulah yang saya rasakan," ujar Ushakov kepada wartawan, Jumat, dilansir Al Arabiya.

Ushakov menyebut, para pejabat Eropa dan Ukraina diharapkan untuk terlibat dalam "sesi curah pendapat aktif" selama akhir pekan, dan Kremlin perlu melihat apa hasilnya.

Rincian Diskusi untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Pada Kamis (11/12/2025), Volodymyr Zelensky mengatakan, para negosiator sedang bergulat dengan pertanyaan tentang kepemilikan wilayah dalam pembicaraan perdamaian yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang dengan Rusia, termasuk masa depan wilayah Donetsk di Ukraina timur dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia, salah satu dari 10 pembangkit nuklir terbesar di dunia.

Zelensky mengungkapkan rincian diskusi yang sedang berlangsung sebelum ia menuju ke pertemuan mendesak dengan para pemimpin dan pejabat dari sekitar 30 negara yang mendukung upaya Kyiv untuk mendapatkan persyaratan yang adil dalam setiap penyelesaian untuk menghentikan pertempuran yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Baca juga: Bos NATO Pasang Alarm Bahaya: Peringatkan Negara Eropa Waspada, Takut Jadi Target Rusia

Di Washington, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, terus berdiskusi dengan kedua belah pihak.

Ia mengatakan bahwa “jika ada peluang nyata untuk menandatangani perjanjian perdamaian,” maka AS dapat mengirim perwakilan ke perundingan tersebut paling cepat akhir pekan ini.

Namun Leavitt menambahkan bahwa "masih belum pasti apakah kita percaya perdamaian sejati dapat tercapai."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved