Konflik Rusia Vs Ukraina
Kanselir Jerman Sebut Ambisi Putin Mirip Hitler: Rusia Mau Pulihkan Uni Soviet
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebut Putin mirip Hitler, menuduh Rusia ingin menguasai Eropa dengan mengatakan Putin tak akan berhenti di Ukraina.
Rencana tersebut mencakup konsesi teritorial dari pihak Ukraina.
Berdasarkan salah satu proposal yang sedang dibahas, wilayah Donbas akan dijadikan zona perdagangan bebas di mana perusahaan-perusahaan Amerika dapat beroperasi secara bebas.
Kremlin Bantah Tuduhan Jerman
Ini bukan pertama kalinya Friedrich Merz melontarkan perkataan pedas tentang Putin.
Beberapa bulan lalu, ia mengatakan Putin berniat membangkitkan Uni Soviet.
"Ketika Anda mendengarkan Putin, Anda memahami bahwa ia ingin memulihkan bekas Uni Soviet dalam hal wilayah," kata Merz dalam sebuah wawancara dengan LCI pada 30 Agustus 2025.
Namun, pernyataan tersebut berulang kali dibantah oleh Kremlin.
Putin berulang kali mengatakan Rusia tidak akan menyerang wilayah NATO kecuali diserang terlebih dahulu.
Presiden Rusia itu menekankan perlunya memerangi revisi sejarah, terutama yang meremehkan peran penting Uni Soviet dalam mengakhiri Perang Dunia II dan mengalahkan Nazi Jerman.
Perang tersebut merenggut jutaan korban jiwa termasuk kakak laki-laki Putin yang meninggal selama blokade Nazi terhadap Leningrad, dikutip dari Russia Today.
Sebelumnya, Kremlin pernah membantah pernyataan Friedrich Merz yang juga mengatakan hal serupa.
"Memikirkan kebangkitan Uni Soviet akan dianggap tidak menghormati mitra dan sekutu kita di Persemakmuran Negara-Negara Merdeka dan bentuk-bentuk integrasi yang lebih maju," ujar Dmitry Peskov, merujuk pada kelompok antarpemerintah negara-negara pasca-Soviet, Selasa (9/12/2025).
Kremlin menyebut pernyataan itu tidak dapat diterima dan omong kosong bahwa Rusia ingin menyerang Eropa.
Rusia semakin terisolasi dari negara-negara Eropa setelah Putin meluncurkan invasinya ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Putin menyebut invasi tersebut sebagai operasi militer khusus yang bertujuan untuk menetralisir "pemerintahan Nazi" di Ukraina dan ancaman terhadap Rusia.
Perang tersebut merupakan salah satu puncak konflik Rusia dengan Ukraina, yang juga merupakan negara pecahan Uni Soviet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-4r2f323r.jpg)