Konflik Rusia Vs Ukraina
Kanselir Jerman Sebut Ambisi Putin Mirip Hitler: Rusia Mau Pulihkan Uni Soviet
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebut Putin mirip Hitler, menuduh Rusia ingin menguasai Eropa dengan mengatakan Putin tak akan berhenti di Ukraina.
Sejak tahun 2002, Ukraina mulai menunjukkan minatnya untuk bergabung dengan aliansi pertahanan NATO dan disusul dengan keinginannya menjadi anggota Uni Eropa.
Rusia merasa terancam dengan kedekatan Ukraina dengan negara-negara Barat, perbedaan orientasi politik, klaim wilayah, dan upaya memperkuat identitas nasional membuat hubungannya dengan Ukraina semakin rapuh.
Ketegangan memuncak saat terjadi Revolusi Maidan di Ukraina pada tahun 2014, di mana gelombang protes besar yang menggulingkan presidennya yang dianggap terlalu pro-Rusia, dikutip dari Al Jazeera.
Di tengah kekacauan itu, Rusia merebut Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donbas, sehingga memicu konflik berkepanjangan di timur Ukraina.
Setelah upaya negosiasi yang panjang dan berulang kali gagal meredakan ketegangan, hingga Rusia meluncurkan invasi pada tahun 2022 dengan alasan melindungi warga keturunan Rusia dan mencegah Ukraina semakin mendekat ke NATO.
Negara-negara Barat mengecam invasi Rusia terhadap Ukraina, hingga mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap Kyiv baik secara militer mau pun politik.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-4r2f323r.jpg)