Konflik Rusia Vs Ukraina
Tidak Didukung Penuh Sekutu, Zelensky Isyaratkan Ukraina Siap Lepas Ambisi Gabung NATO
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Kyiv siap mempertimbangkan opsi di luar NATO jika mendapat jaminan keamanan kuat dari Barat.
Ringkasan Berita:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengisyaratkan kesiapan Kyiv untuk mempertimbangkan opsi di luar keanggotaan NATO demi memperoleh jaminan keamanan dari Amerika Serikat dan sekutu Eropa.
- Ia mengakui ambisi NATO tidak didukung penuh mitra Barat.
- Zelensky menegaskan kompromi ini bertujuan mencegah invasi Rusia di masa depan, meski Ukraina tetap menolak menyerahkan wilayahnya.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengisyaratkan kesiapan negaranya untuk mengesampingkan ambisi bergabung dengan aliansi pertahanan NATO.
Langkah itu disebut sebagai bagian dari kompromi demi memperoleh jaminan keamanan dari negara-negara Barat.
Zelensky menyampaikan pernyataan itu saat menuju pertemuan dengan utusan Amerika Serikat dan sekutu Eropa di Berlin, Jerman, pada Minggu (14/12/2025).
Ia mengakui upaya Ukraina menjadi anggota NATO tidak sepenuhnya didukung oleh seluruh mitra Barat.
“Sejak awal, keinginan Ukraina adalah bergabung dengan NATO karena itu jaminan keamanan yang nyata."
"Namun, beberapa mitra dari AS dan Eropa tidak mendukung langkah ini,” kata Zelensky menjawab pertanyaan wartawan melalui pesan WhatsApp, seperti dikutip CNBC International.
Sebagai alternatif, Zelensky menyebut Ukraina kini memprioritaskan jaminan keamanan bilateral, khususnya dari Amerika Serikat.
Jaminan tersebut mencakup komitmen yang setara dengan Pasal 5 NATO.
Selain itu, Ukraina juga mengharapkan dukungan keamanan dari negara-negara Eropa serta mitra lain seperti Kanada dan Jepang.
“Jaminan keamanan tersebut merupakan kesempatan untuk mencegah invasi Rusia lainnya.
Ini sudah merupakan kompromi dari pihak kami,” ujarnya.
Pernyataan ini menandai pergeseran signifikan dari posisi Ukraina.
Baca juga: Lebih dari 30 Tentara Rusia Terkepung di Kupyansk, Pasukan Ukraina Terapkan Rencana 2 Tahap
Selama bertahun-tahun, Kyiv menjadikan keanggotaan NATO sebagai tujuan utama demi menghadapi ancaman Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya berulang kali menuntut agar Ukraina membatalkan ambisi NATO.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-berbicara-4564565636536.jpg)