Jumat, 15 Mei 2026

Penembakan Massal di Australia

Jenderal Iran: Serangan Pantai Bondi Kerjaan Israel, False Flag Agar Dianggap Sebagai Korban 

Jenderal Iran menyebut Israel telah melakukan operasi serupa di masa lalu untuk menampilkan diri secara internasional sebagai korban (playing victim)

Tayang:
Foto: khamenei.ir
TUDING ISRAEL - Mayor Jenderal Sayyid Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran. Dia meyebut, Israel berada di belakang serangan Pantai Bondi, Sydney, Australia. 

Jenderal Iran: Serangan Pantai Bondi Kerjaan Israel, False Flag Agar Dinilai Sebagai Korban 

Ringkasan Berita:
  • Panglima militer Iran menuduh Israel mengatur serangan di Sydney untuk memicu klaim antisemitisme.
  • Tujuan dari rekayasa ini, menurut Iran, untuk mengalihkan perhatian dari tekanan internal di Israel.
  • Pihak berwenang Australia belum mengaitkan insiden tersebut dengan negara asing mana pun.
 

 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pejabat militer senior Iran menuduh Israel berada di balik serangan di Pantai Bondi, Sydney yang terjadi awal bulan ini.

Jenderal Iran itu menggambarkan insiden tersebut sebagai upaya sengaja untuk memproyeksikan citra antisemitisme dan mengalihkan perhatian dari tekanan internal.

Berbicara pada upacara wisuda perwira Garda Revolusi Iran, Kepala Staf Militer Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengklaim serangan itu adalah "operasi tipu daya" yang dilakukan oleh Israel, menurut televisi pemerintah Iran.

Baca juga: Tokoh Yahudi Dunia Nyaris Tewas 2 Kali: Lolos dari Hamas, Peluru Serempet Kepala di Pantai Bondi

Operasi "False Flag"

Mousavi mengatakan kalau serangan terhadap komunitas Yahudi pada perayaan Hanukkah di Sydney dirancang Israel untuk "menciptakan citra anti-Semit" dan memengaruhi opini publik global. 

Ia menuduh serangan itu bertujuan untuk mengekang apa yang ia sebut sebagai migrasi balik dan untuk menenangkan keresahan internal.

“Seperti yang Anda lihat beberapa hari lalu, rezim Zionis telah menghancurkan dirinya sendiri,” kata Mousavi.

“Serangan teroris ini dilakukan untuk mencegah migrasi balik, meredakan kerusuhan internal, dan menyebarkan narasi anti-Semit.”

Dia menambahkan bahwa 'Israel', menurut kata-katanya, telah melakukan operasi serupa di masa lalu untuk menampilkan diri secara internasional sebagai korban (playing victim).

PENEMBAKAN MASSAL - Momen saat ayah dan anak bernama Sajid Akram (50) dan Navee Akram (24) melakukan penembakan massal saat festival Yahudi yang digelar di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025) waktu setempat. Sajid tewas setelah ditembak polisi, sedangkan anaknya dalam kondisi kritis.
PENEMBAKAN MASSAL - Momen saat ayah dan anak bernama Sajid Akram (50) dan Navee Akram (24) melakukan penembakan massal saat festival Yahudi yang digelar di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025) waktu setempat. Sajid tewas setelah ditembak polisi, sedangkan anaknya dalam kondisi kritis. (Kolase Tribunnews.com)

Insiden Sydney

Serangan itu terjadi pada 14 Desember selama perayaan Hanukkah di Pantai Bondi di New South Wales.

Jumlah korban dilaporkan di media lokal, meskipun pihak berwenang Australia belum mengkonfirmasi keterlibatan asing dalam serangan tersebut.

Hanukkah memperingati kemenangan kaum Makabe atas Kekaisaran Seleukia pada tahun 165 SM dan dirayakan tahun ini dari tanggal 14 hingga 22 Desember.

Para pejabat Australia belum menanggapi klaim Mousavi secara terbuka.

Belum ada bukti yang diajukan untuk mendukung tuduhan yang menghubungkan Israel dengan serangan tersebut.

MEREBUT SENJATA - Ahmed (berkaus putih) merebut senjata pelaku kasus penembakan massal di Pantai Bondi, Kota Sydney, Australia, Minggu, (14/12/2025).
MEREBUT SENJATA - Ahmed (berkaus putih) merebut senjata pelaku kasus penembakan massal di Pantai Bondi, Kota Sydney, Australia, Minggu, (14/12/2025). (Tangkapan layar dari Sky News)

Tanggapan publik

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved