Selasa, 19 Mei 2026

Dunia Hari Ini: Jenderal Rusia Tewas dalam Ledakan Bom di Mobil – Bentrok Bersenjata di Aleppo

Kematian jenderal Rusia mewarnai berita internasional hari ini. Selain itu, dunia juga diwarnai isu lain, seperti klaim Trump atas Greenland/

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
tangkapan layar
DUNIA HARI INI - Tangkap layar YouTube Associated Press, memperlihatkan bom yang meledak di mobil hingga menewaskan seorang jenderal Rusia. Selain itu, Selain itu, dunia juga diwarnai isu geopolitik lain, mulai dari klaim Trump atas Greenland hingga tarif baru China terhadap produk susu Uni Eropa. 

Trump telah lama mendukung gagasan agar Greenland, wilayah Denmark yang berpemerintahan sendiri, menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan kepentingan strategis dan sumber daya mineral.

Landry, yang menjabat sebagai gubernur sejak Januari 2024, secara terbuka mendukung gagasan tersebut.

“Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, bukan untuk mineral. Jika Anda melihat Greenland, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana. Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya,” kata Trump kepada wartawan di Palm Beach, Florida.

Ia menambahkan bahwa Landry ingin memimpin upaya tersebut.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen sebelumnya menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa Greenland adalah milik rakyat Greenland.

“Anda tidak dapat mencaplok negara lain, bahkan dengan alasan keamanan internasional sekalipun,” kata mereka.

“Greenland adalah milik rakyat Greenland dan AS tidak boleh mengambil alih Greenland.”

4. Thailand dan Kamboja Akan Lanjutkan Pembicaraan Gencatan Senjata

Thailand dan Kamboja akan melanjutkan pembicaraan akhir pekan ini untuk mengupayakan gencatan senjata yang lebih kuat di sepanjang perbatasan kedua negara, kata Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow pada Senin.

Ia menekankan bahwa kemajuan bergantung pada negosiasi bilateral yang terperinci, bukan pada deklarasi publik yang menginternasionalkan perselisihan.

Mengutip AP News, kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu dinilai dibuat terburu-buru demi memastikan kehadiran Presiden AS Donald Trump dan dinilai kurang memiliki detail yang memadai untuk menjamin keberlanjutan perdamaian.

Phuangketkeow mengatakan, hal itu setelah pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.

Meski Kamboja secara terbuka menyatakan siap untuk gencatan senjata tanpa syarat, Thailand mengaku tidak pernah menerima proposal resmi apa pun.

Baca juga: Perdamaian Thailand-Kamboja Temui Titik Terang, Kedua Negara Sepakat Bahas Gencatan Senjata

Thailand menilai, pernyataan Kamboja lebih bertujuan meningkatkan tekanan internasional daripada menyelesaikan konflik.

Komite perbatasan bersama kedua negara dijadwalkan bertemu pada Rabu untuk membahas langkah-langkah rinci menuju gencatan senjata yang langgeng.

Konflik perbatasan meningkat menjadi pertempuran mematikan dua pekan lalu dan menggagalkan kesepakatan yang dipromosikan Trump, yang sempat mengakhiri pertempuran selama lima hari pada Juli.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved