Selasa, 19 Mei 2026

Dunia Hari Ini: Jenderal Rusia Tewas dalam Ledakan Bom di Mobil – Bentrok Bersenjata di Aleppo

Kematian jenderal Rusia mewarnai berita internasional hari ini. Selain itu, dunia juga diwarnai isu lain, seperti klaim Trump atas Greenland/

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
tangkapan layar
DUNIA HARI INI - Tangkap layar YouTube Associated Press, memperlihatkan bom yang meledak di mobil hingga menewaskan seorang jenderal Rusia. Selain itu, Selain itu, dunia juga diwarnai isu geopolitik lain, mulai dari klaim Trump atas Greenland hingga tarif baru China terhadap produk susu Uni Eropa. 

Kesepakatan tersebut, dimediasi oleh Malaysia dan didorong oleh tekanan Trump, yang mengancam akan menahan hak istimewa perdagangan jika Thailand dan Kamboja tidak menyepakati gencatan senjata.

Gencatan senjata kemudian diformalkan lebih rinci dalam pertemuan puncak regional di Malaysia pada Oktober yang juga dihadiri Trump.

Pertempuran tersebut, dipicu oleh perselisihan wilayah yang diklaim oleh kedua negara di sepanjang perbatasan bersama.

5. China Berlakukan Tarif Sementara hingga 42,7 persen pada Produk Susu Uni Eropa

China akan memberlakukan tarif sementara hingga 42,7 persen pada produk susu, termasuk susu dan keju, yang diimpor dari Uni Eropa, kata Kementerian Perdagangan China pada Senin.

Dilansir AP News, tarif yang mulai berlaku Selasa ini didasarkan pada hasil awal penyelidikan yang dibuka pada Agustus 2024.

Penyelidikan tersebut, diluncurkan sebagai langkah balasan atas penyelidikan Uni Eropa terhadap subsidi China untuk kendaraan listrik, yang kemudian berujung pada penerapan tarif hingga 45,3 persen terhadap kendaraan listrik buatan China.

China juga membuka penyelidikan terhadap impor brendi dan daging babi dari Eropa sebagai balasan atas tarif Uni Eropa, serta mendesak Belgia untuk mencabut tarif kendaraan listrik China.

Menurut Kementerian Perdagangan, bea masuk sementara produk susu Uni Eropa akan berkisar antara 21,9% hingga 42,7% mencakup berbagai produk, termasuk keju segar dan olahan, keju biru, susu, serta krim dengan kandungan lemak di atas 10%.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa temuan awal menunjukkan subsidi Uni Eropa dan negara-negara anggotanya telah merugikan industri susu China.

Komisi Eropa menyatakan keprihatinan atas kebijakan tersebut.

“Penilaian komisi adalah bahwa penyelidikan tersebut didasarkan pada tuduhan yang meragukan dan bukti yang tidak memadai, sehingga tindakan ini tidak dapat dibenarkan,” kata juru bicara Komisi Eropa, Olof Gill.

Gill mengatakan komisi tengah mengkaji alasan di balik langkah tersebut dan berniat menyampaikan tanggapan resmi kepada otoritas China.

Baca juga: Gagal Pakai Aset Rusia, Uni Eropa Beri Pinjaman 90 Miliar Euro ke Ukraina

Penyelidikan China mencakup subsidi berdasarkan Kebijakan Pertanian Bersama Uni Eropa serta bantuan yang diberikan negara-negara anggota, termasuk Italia, Irlandia, dan Finlandia.

Hubungan China dan Uni Eropa tengah berada dalam ketegangan, terutama terkait surplus perdagangan China.

Uni Eropa mencatat defisit perdagangan lebih dari 300 miliar euro dengan China tahun lalu.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved