Jumat, 16 Januari 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Somaliland Sudah Jadi Target Zionis Sebelum Negara Israel Resmi Berdiri

Israel akui Somaliland, memicu kecaman global. Dokumen lama ungkap ambisi Zionis sejak sebelum 1948.

Editor: Glery Lazuardi
Tangkap Layar Twitter/X
ISRAEL - Israel akui Somaliland, memicu kecaman global. Dokumen lama ungkap ambisi Zionis sejak sebelum 1948. 

Ringkasan Berita:
  • Rencana ekspansi Zionis ternyata sudah menyasar Afrika Timur jauh sebelum Israel resmi berdiri pada 14 Mei 1948. 
  • Dokumen sejarah menunjukkan Somaliland pernah dipertimbangkan sebagai target proyek Yahudi internasional.
  • Kini, pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland sebagai negara berdaulat memicu kecaman luas. 

TRIBUNNEWS.COM - Rencana ekspansi Zionis ternyata sudah menyasar kawasan Afrika Timur jauh sebelum Israel resmi berdiri.

Dokumen sejarah mengungkap bahwa Somaliland pernah dipertimbangkan sebagai target proyek Yahudi internasional, menandai ambisi politik yang melampaui Timur Tengah dan membuka babak kontroversial dalam jejak kolonialisme modern.

Negara Israel resmi berdiri pada 14 Mei 1948. Pada hari itu, David Ben-Gurion memproklamasikan berdirinya Israel di Tel Aviv, sehari sebelum mandat Inggris atas Palestina berakhir.

Langkah Israel yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat pekan lalu memicu kecaman luas dari komunitas internasional.

Israel menjadi negara pertama yang memberikan pengakuan formal terhadap Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991 namun hingga kini tidak diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun Uni Afrika.

Pemerintah Somalia menegaskan Somaliland merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatannya.

Pengakuan sepihak Israel dinilai bukan sekadar manuver diplomatik, melainkan berpotensi memicu instabilitas kawasan Tanduk Afrika.

Di Mogadishu dan sejumlah kota lain di Somalia, aksi protes langsung pecah menyusul pengumuman tersebut. Massa turun ke jalan menyerukan persatuan nasional, sembari mengibarkan bendera Palestina sebagai simbol solidaritas.

Bagi banyak warga Somalia, langkah Israel dipandang sebagai bagian dari pola panjang ambisi Zionis yang dituding kerap melibatkan perebutan lahan dan rekayasa demografi.

Kekhawatiran semakin menguat seiring mencuatnya dugaan bahwa pengakuan terhadap Somaliland terkait dengan rencana relokasi paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.

Isu ini menghidupkan kembali perdebatan lama: apakah ambisi Zionisme sejak awal memang melampaui wilayah Palestina.

Sejumlah dokumen lama yang kembali viral di media sosial menyoroti proposal era 1940-an terkait pendirian entitas Yahudi di Afrika Timur.

Salah satunya adalah dokumen tahun 1942 yang dikaitkan dengan aktivis Yahudi Hermann Fuernberg, yang mengusulkan penyatuan wilayah Harrar di Ethiopia dengan sebagian British Somaliland untuk dijadikan negara bagi Yahudi Eropa.

Dalam tulisannya, Fuernberg bahkan menyebut populasi lokal “tidak mungkin menimbulkan kesulitan besar”.

Dokumen lain dari The Canadian Jewish Chronicle edisi Februari 1939 juga pernah mengusulkan Ethiopia sebagai tanah air Yahudi, dengan alasan wilayah Palestina dianggap terlalu sempit untuk menampung gelombang migrasi Yahudi kala itu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved