Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Somaliland Sudah Jadi Target Zionis Sebelum Negara Israel Resmi Berdiri

Israel akui Somaliland, memicu kecaman global. Dokumen lama ungkap ambisi Zionis sejak sebelum 1948.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tangkap Layar Twitter/X
ISRAEL - Israel akui Somaliland, memicu kecaman global. Dokumen lama ungkap ambisi Zionis sejak sebelum 1948. 

Situasi semakin rumit hingga Inggris menyerahkan mandat Palestina kepada PBB.

Pada 15 Mei 1947, PBB membentuk Komite Khusus untuk Palestina (UNSCOP) yang merekomendasikan pembagian wilayah: negara Arab merdeka, negara Yahudi, serta Yerusalem dan Betlehem di bawah kendali PBB.

Usulan ini ditolak sebagian besar pihak Arab dan hanya diterima oleh kelompok Yahudi moderat.

Ketegangan memuncak pada akhir 1947 ketika Liga Arab menyetujui solusi militer. Inggris enggan menerapkan pembagian wilayah, sementara konflik terus berlanjut.

Akhirnya, pada 14 Mei 1948, sehari sebelum mandat Inggris berakhir, David Ben-Gurion, Ketua Yishuv (Komunitas Yahudi di Palestina), mendeklarasikan berdirinya negara Israel di Museum Tel Aviv.

Deklarasi itu tidak menyebutkan batas wilayah negara baru, karena dikhawatirkan memicu penolakan lebih besar dari negara-negara Arab sekitar.

Ben-Gurion kemudian menjadi Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan pertama Israel, menjabat pada 1948–1953 dan kembali pada 1955–1963. Ia dihormati sebagai Bapak Pendiri Bangsa Israel.

Kini, Israel dikenal sebagai satu-satunya negara di dunia dengan mayoritas penduduk beragama Yahudi, mencapai lebih dari 70 persen.

(TRT WORLD/TRIBUNNEWS)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved