Amerika Versus Venezuela
Pelajaran dari Venezuela, TB Hasanuddin Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik dan Kedaulatan Negara
Ia menyebut setidaknya ada tiga acuan utama yang harus menjadi pegangan Pemerintah Indonesia dalam merespons peristiwa internasional itu
Ringkasan Berita:
- TB Hasanuddin, menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat menyimpan pelajaran strategis penting bagi Indonesia
- TB Hasanuddin menyebut setidaknya ada tiga acuan utama yang harus menjadi pegangan Pemerintah Indonesia dalam merespons peristiwa internasional tersebut.
- TB Hasanuddin mendorong peran aktif Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan penyelesaian konflik dilakukan melalui jalur hukum internasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat menyimpan pelajaran strategis penting bagi Indonesia, baik dari sisi diplomasi, geopolitik, hingga ketahanan nasional.
TB Hasanuddin menyebut setidaknya ada tiga acuan utama yang harus menjadi pegangan Pemerintah Indonesia dalam merespons peristiwa internasional tersebut.
Baca juga: Potensi Kerugian China Usai Maduro Ditangkap AS, Kehilangan Miliaran Barel Minyak dari Venezuela
Pertama, Indonesia harus bersikap tegas menolak segala bentuk tindakan sewenang-wenang yang melanggar kedaulatan negara lain.
“Landasan sikap Indonesia sudah sangat jelas dan tegas, yaitu mendukung kemerdekaan setiap bangsa dan menolak pelanggaran kedaulatan, sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945,” kata TB Hasanuddin, kepada wartawan Minggu (4/1/2026).
Baca juga: Diincar Trump, Ini 3 Fakta Menarik Cadangan Minyak Venezuela: Nomor 1 Terbanyak di Dunia
Kedua, TB Hasanuddin mendorong peran aktif Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan penyelesaian konflik dilakukan melalui jalur hukum internasional dan mekanisme resmi lembaga dunia tersebut.
“Indonesia harus ikut menjaga marwah PBB sebagai lembaga internasional yang mampu menyelesaikan konflik global secara beradab, adil, dan berbasis hukum. Inilah perwujudan nyata dari politik luar negeri bebas aktif yang selama ini kita junjung,” ucap politikus PDIP itu.
Acuan ketiga yang disoroti TB Hasanuddin adalah potensi dampak ekonomi global.
Menurutnya, Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia berpeluang menjadi pemicu gejolak geopolitik dan fluktuasi harga energi internasional.
“Pemerintah Indonesia harus mewaspadai dampak ekonomi global, khususnya potensi lonjakan harga minyak, dan menyiapkan skenario mitigasi guna menjaga kesehatan fiskal APBN serta stabilitas ekonomi nasional,” katanya.
Lebih lanjut, TB Hasanuddin menilai peristiwa penangkapan tersebut juga menjadi cermin penting bagi ketahanan negara.
Dia menekankan bahwa penangkapan seorang kepala negara di ibu kotanya sendiri tidak mungkin terjadi tanpa adanya masalah serius di dalam negeri.
“Begitu mudahnya pasukan asing melakukan penangkapan terhadap seorang presiden di ibu kota negaranya sendiri tentu tidak terjadi tanpa sebab. Ini menunjukkan adanya runtuhnya dukungan politik publik serta rendahnya kesiagaan pertahanan, atau bahkan indikasi pembiaran dari unsur militer di negara tersebut,” katanya.
Baca juga: Aroma Pengkhianatan di Lingkaran Dekat Maduro, Jenderal Venezuela Pilih Menyelamatkan Diri?
Sebab itu, ia mengingatkan pemerintah Indonesia agar terus memperkuat kepercayaan publik, soliditas nasional, serta kesiapan sistem pertahanan negara.
“Kedaulatan negara tidak hanya dijaga oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh legitimasi politik yang kuat di mata rakyatnya sendiri,” pungkas TB Hasanuddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penangkapan-Nicolas-Maduro-OK.jpg)