Jumat, 10 April 2026

Amerika Versus Venezuela

Pelajaran dari Venezuela, TB Hasanuddin Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik dan Kedaulatan Negara

Ia menyebut setidaknya ada tiga acuan utama yang harus menjadi pegangan Pemerintah Indonesia dalam merespons peristiwa internasional itu

Penulis: Chaerul Umam
HO/IST
PENANGKAPAN MADURO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat yang bergerak dari sejumlah pangkalan militer AS, Sabtu, 3 Januari 2025. Sejumlah negara seperti China mengecam keras, sebagian pemimpin negara lainnya menyatakan mendukung AS. Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat menyimpan pelajaran strategis penting bagi Indonesia, baik dari sisi diplomasi, geopolitik, hingga ketahanan nasional. 

Ringkasan Berita:
  • TB Hasanuddin, menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat menyimpan pelajaran strategis penting bagi Indonesia
  • TB Hasanuddin menyebut setidaknya ada tiga acuan utama yang harus menjadi pegangan Pemerintah Indonesia dalam merespons peristiwa internasional tersebut. 
  • TB Hasanuddin mendorong peran aktif Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan penyelesaian konflik dilakukan melalui jalur hukum internasional

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat menyimpan pelajaran strategis penting bagi Indonesia, baik dari sisi diplomasi, geopolitik, hingga ketahanan nasional.

TB Hasanuddin menyebut setidaknya ada tiga acuan utama yang harus menjadi pegangan Pemerintah Indonesia dalam merespons peristiwa internasional tersebut. 

Baca juga: Potensi Kerugian China Usai Maduro Ditangkap AS, Kehilangan Miliaran Barel Minyak dari Venezuela

Pertama, Indonesia harus bersikap tegas menolak segala bentuk tindakan sewenang-wenang yang melanggar kedaulatan negara lain.

“Landasan sikap Indonesia sudah sangat jelas dan tegas, yaitu mendukung kemerdekaan setiap bangsa dan menolak pelanggaran kedaulatan, sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945,” kata TB Hasanuddin, kepada wartawan Minggu (4/1/2026).

Baca juga: Diincar Trump, Ini 3 Fakta Menarik Cadangan Minyak Venezuela: Nomor 1 Terbanyak di Dunia

Kedua, TB Hasanuddin mendorong peran aktif Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan penyelesaian konflik dilakukan melalui jalur hukum internasional dan mekanisme resmi lembaga dunia tersebut.

“Indonesia harus ikut menjaga marwah PBB sebagai lembaga internasional yang mampu menyelesaikan konflik global secara beradab, adil, dan berbasis hukum. Inilah perwujudan nyata dari politik luar negeri bebas aktif yang selama ini kita junjung,” ucap politikus PDIP itu.

Acuan ketiga yang disoroti TB Hasanuddin adalah potensi dampak ekonomi global. 

Menurutnya, Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia berpeluang menjadi pemicu gejolak geopolitik dan fluktuasi harga energi internasional.

“Pemerintah Indonesia harus mewaspadai dampak ekonomi global, khususnya potensi lonjakan harga minyak, dan menyiapkan skenario mitigasi guna menjaga kesehatan fiskal APBN serta stabilitas ekonomi nasional,” katanya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin menilai peristiwa penangkapan tersebut juga menjadi cermin penting bagi ketahanan negara. 

Dia menekankan bahwa penangkapan seorang kepala negara di ibu kotanya sendiri tidak mungkin terjadi tanpa adanya masalah serius di dalam negeri.

“Begitu mudahnya pasukan asing melakukan penangkapan terhadap seorang presiden di ibu kota negaranya sendiri tentu tidak terjadi tanpa sebab. Ini menunjukkan adanya runtuhnya dukungan politik publik serta rendahnya kesiagaan pertahanan, atau bahkan indikasi pembiaran dari unsur militer di negara tersebut,” katanya.

Baca juga: Aroma Pengkhianatan di Lingkaran Dekat Maduro, Jenderal Venezuela Pilih Menyelamatkan Diri?

Sebab itu, ia mengingatkan pemerintah Indonesia agar terus memperkuat kepercayaan publik, soliditas nasional, serta kesiapan sistem pertahanan negara.

“Kedaulatan negara tidak hanya dijaga oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh legitimasi politik yang kuat di mata rakyatnya sendiri,” pungkas TB Hasanuddin.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved