Amerika Versus Venezuela
Pasca-Penangkapan Maduro, Zelensky Beri Isyarat ke AS untuk Tangkap Putin
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memberi isyarat kepada AS untuk tangkap Putin pasca-penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Ringkasan Berita:
- Pasca-penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan isyarat kepada Amerika Serikat (AS).
- Zelensky mengatakan, memberikan isyarat bahwa AS juga bisa menangkap Presiden Rusia, Vladimir Putin.
- Ia menganggap bahwa Putin juga termasuk pemimpin otoriter yang dianggap mengancam stabilitas global.
TRIBUNNEWS.COM - Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) membuat banyak pihak terkejut.
Kabar penangkapan Nicolas Maduro pun langsung menjadi berita utama di seluruh dunia.
Tak sedikit para pemimpin dunia menanggapi kabar penangkapan Maduro oleh AS pada Sabtu (3/1/2026) kemarin.
Salah satunya adalah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky yang langsung menanggapi kabar penangkapan tersebut.
Zelensky dilaporkan memberikan isyarat kepada AS untuk menangkap Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Ia menganggap bahwa Putin juga termasuk pemimpin otoriter yang dianggap mengancam stabilitas global.
"Amerika Serikat tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya," ujar Zelensky, mengutip New York Post.
Dalam pernyataannya, Zelensky menyebut bahwa keberhasilan penangkapan Maduro membuktikan tidak ada pemimpin diktator yang kebal terhadap keadilan internasional.
Zelensky memandang penangkapan Maduro sebagai titik balik penting dalam geopolitik dunia.
Ia mendesak Washington dan sekutu Baratnya untuk tidak berhenti pada Venezuela, melainkan segera mengalihkan fokus utama guna mengakhiri kekuasaan Putin yang telah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina sejak 2022.
"Dunia telah melihat bahwa keadilan bisa ditegakkan. Setelah penangkapan Maduro, kini saatnya bagi komunitas internasional, dipimpin oleh Amerika Serikat, untuk memastikan bahwa arsitek agresi di Ukraina (Putin) juga menerima nasib yang sama," ungkap Zelensky.
Baca juga: Pemimpin Dunia Diminta Tegas Kecam Aksi Koboi Trump Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Rusia mendesak pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk membebaskan "presiden terpilih secara sah dari negara berdaulat dan pasangannya."
Dalam dakwaan pengganti yang dirilis Sabtu oleh Jaksa Agung Pam Bondi, Maduro didakwa memimpin konspirasi terorisme narkoba yang terkait dengan perdagangan kokain skala besar ke Amerika Serikat, bersama dengan impor narkoba dan pelanggaran senjata terkait.
Mengutip Fox News, dalam dakwaan yang sama, Flores juga didakwa terlibat dalam konspirasi perdagangan kokain yang berlangsung selama beberapa dekade dan pelanggaran terkait senjata api.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nocilas-Maduro-Diborgol.jpg)