Jumat, 24 April 2026

Amerika Versus Venezuela

Aksi Solidaritas untuk Venezuela Bakal Digelar di Depan Kedubes AS Jakarta dan 13 Daerah Sore Ini

Aksi solidaritas terhadap Venezuela akan digelar di depan Kedube) Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
KEDUBES AS - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Free Palestine Network (FPN) akan menggelar aksi solidaritas terhadap Venezuela di depan Kedubes, Selasa (6/1/2026) pukul 16.00 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi solidaritas untuk Venezuela digelar FPN di depan Kedubes AS Jakarta sore ini.
  • FPN menilai agresi AS ke Venezuela sebagai bukti brutalitas dan imperialisme global.
  • Aksi serentak berlangsung di berbagai daerah, menyerukan tekanan internasional terhadap Amerika Serikat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Aksi solidaritas terhadap Venezuela akan digelar di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026) pukul 16.00 WIB.

Aksi ini digelar oleh Free Palestine Network (FPN), jaringan solidaritas atau aliansi aktivis pro-Palestina yang berfokus pada advokasi hak-hak rakyat Palestina dan penentangan terhadap pendudukan Israel.

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC mengungkapkan aksi juga dilangsungkan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Yaitu Bandung, Yogyakarta, Jember, Surabaya, Pekanbaru, Solo, Makassar, Majene, Kendari, Bau-bau, Tarakan, Ketapang, dan Salatiga.

FPN menilai agresi AS terhadap Venezuela adalah bukti yang kesekian kali dari brutalitas kebijakan Imperialisme AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah sumber dayanya.

"Agresi AS ke Venezuela mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri, biang kekacauan di seluruh dunia," ungkap Furqan kepada Tribunnews, Selasa.

"Jejaknya bisa kita lihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah dan Palestina. AS telah membunuh lebih 20 juta rakyat di 37 negara di seluruh dunia pasca perang dunia kedua," tambahnya. 

Menurut Furqan, AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sebuah negara sejak 1945.

Aksi ini menyerukan dunia agar menekan AS untuk menghentikan arogansinya.

"FPN menyatakan solidaritasnya untuk Venezuela dan presidenya Nicolas Maduro. Dalam waktu dekat FPN akan melakukan aksi solidaritas di berbagai kota di seluruh Indonesia."

"FPN menyerukan kepada seluruh komunitas internasional untuk mengambill langkah berani dan tegas menghentikan agresi AS dan mengakhiri unilateralisme AS," seru Furqan.

Baca juga: Indonesia Diminta Desak PBB Gelar Sidang Darurat terkait Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS

Penangkapan Maduro

PENANGKAPAN MADURO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat yang bergerak dari sejumlah pangkalan militer AS, Sabtu, 3 Januari 2025. Sejumlah negara seperti China mengecam keras, sebagian pemimpin negara lainnya menyatakan mendukung AS.
PENANGKAPAN MADURO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat yang bergerak dari sejumlah pangkalan militer AS, Sabtu, 3 Januari 2025. Sejumlah negara seperti China mengecam keras, sebagian pemimpin negara lainnya menyatakan mendukung AS. (HO/IST)

Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya Cilia Flores ditangkap pasukan Amerika Serikat di Kota Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026) dini hari atas perintah Presiden Donald Trump.

Maduro dan Cilia ditangkap di kediaman mereka sekira pukul 02.00 dini hari waktu setempat oleh pasukan Delta Force Angkatan Darat AS. 

Sedikitnya 40 orang, termasuk warga sipil dan tentara, tewas dalam operasi militer AS yang menargetkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menurut laporan The New York Times pada Sabtu malam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved