Senin, 8 Juni 2026

Amerika Versus Venezuela

Di Hadapan Pengadilan AS, Nicolas Maduro Beri Pernyataan Keras: Saya Masih Presiden Venezuela!

Saat menjalani persidangan di pengadilan Amerika Serikat (AS), Nicolas Maduro memberikan pernyataan keras di ruang sidang.

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Suci BangunDS
HO/IST/Tangkap Layar/RNTV
TIBA DI PENGADILAN - Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang diculik tiba di gedung pengadilan federal di New York pada hari Senin (5/1/2025). Dalam persidangan, Maduro mengeluarkan pernyataan keras bahwa dirinya masih Presiden Venezuela. 

Ringkasan Berita:
  • Sidang perdana Presiden Venezuela, Nicolas Maduro yang ditangkap oleh tentara AS pada Sabtu (3/1/2026) lalu, resmi digelar pada Senin (5/1/2026) waktu setempat.
  • Dalam sidang tersebut, terjadi ketegangan antara Maduro dengan hakim Alvin Hellerstein.
  • Selama sidang, Maduro memberikan pernyataan keras dengan menyebut dirinya masih Presiden Venezuela.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro memberikan pernyataan keras di hadapan pengadilan Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026) waktu setempat.

Di hadapan Hakim Alvin Hellerstein, Nicolas Maduro menegaskan bahwa dirinya masih memegang kekuasaan penuh dan merupakan presiden yang sah secara hukum di negaranya.

"Saya berdiri di sini sebagai Presiden Republik Bolivar Venezuela. Saya masih presiden dari negara saya," tegas Maduro dalam persidangan, mengutip Al Jazeera.

Pemerintah AS sebelumnya telah mendakwa Maduro atas tuduhan "narkoterorisme", korupsi, dan perdagangan narkoba lintas negara.

Dalam pembelaannya, Maduro tidak hanya menegaskan status kepemimpinannya, tetapi juga mempertanyakan otoritas pengadilan AS untuk mengadili seorang kepala negara yang sedang menjabat.

Pihak kuasa hukum Maduro menyatakan bahwa klien mereka memiliki imunitas diplomatik dan menganggap persidangan ini sebagai langkah bermotif politik untuk menggulingkan pemerintahannya.

Penegasan Maduro ini muncul di tengah ketegangan diplomatik yang berkepanjangan antara Caracas dan Washington.

Selama bertahun-tahun, AS tidak mengakui legitimasi pemilu Venezuela dan justru memberikan dukungan kepada tokoh oposisi.

Pemerintah AS menuduh Maduro memimpin organisasi perdagangan narkoba bernama "Cartel of the Suns" yang bekerja sama dengan gerilyawan FARC dari Kolombia untuk mengirimkan kokain ke wilayah Amerika Serikat.

Jaksa penuntut mengklaim bahwa tindakan Maduro bertujuan untuk menggunakan narkoba sebagai "senjata" guna merusak kesehatan masyarakat AS demi keuntungan politik dan finansial.

Di sisi lain, Maduro secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai "kebohongan yang dibuat-buat" oleh pihak "imperialis" Washington untuk menguasai cadangan minyak Venezuela yang melimpah.

Baca juga: Venezuela Chaos Setelah Presiden Maduro Ditangkap AS, Ledakan Terdengar di Istana Caracas

Sidang ini diperkirakan akan menjadi proses hukum yang panjang dan rumit, mengingat implikasi geopolitik yang sangat besar terhadap hubungan antarnegara di belahan bumi Barat.

Ancaman Hukuman Penjara Seumur Hidup

Sidang perdana yang digelar di pengadilan federal Miami ini berlangsung di bawah pengamanan yang sangat ketat.

Otoritas keamanan AS menutup beberapa ruas jalan di sekitar gedung pengadilan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan dari para pendukung maupun penentang Maduro yang bermukim di Florida.

Euro News melaporkan, penangkapan Maduro dipandang sebagai titik balik besar dalam politik Amerika Latin.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved