Amerika Versus Venezuela
Penculikan Nicolas Maduro Bukan Barang Baru: Doktrin Monroe dan Jejak AS Obok-obok Amerika Latin
Maduro hanya lah satu di antara nama dari daftar panjang intervensi dan perubahan rezim yang dilakukan oleh AS di seluruh Amerika Latin
Penculikan Nicolas Maduro Bukan Barang Baru: Doktrin Monroe dan Jejak AS Obok-obok Amerika Latin
TRIBUNNEWS.COM - Operasi militer Amerika Serikat (AS) menangkap dan membawa Presiden Venezuela Nicolás Maduro bukan lah sesuatu yang baru meski dianggap sebagai pelanggaran spektakuler atas kedaulatan sebuah negara di sejarah modern.
Maduro hanya lah satu di antara nama dari serangkaian babak dalam daftar panjang intervensi dan perubahan rezim yang dilakukan oleh Washington di seluruh Amerika Latin selama abad terakhir.
Baca juga: Operasi Absolute Resolve: Intel AS Intai Maduro 24 Jam, Kerahkan 150 Pesawat, Satu Heli Kena Tembak
Menganut politik luar negeri "Doktrin Monroe" yang dimulai pada abad ke-19, AS pada dasarnya menyatakan Belahan Bumi Barat, termasuk kawasan Amerika Latin dan Karibia, sebagai halaman depannya.
Dicetuskan oleh Presiden James Monroe pada 1823, kebijakan luar negeri AS ini meminta Eropa untuk tidak lagi melakukan kolonialisasi dan mengintervensi belahan bumi Barat.
Aksi-aksi Eropa semacam ini, menurut AS, akan dianggap ancaman bagi negara Amerika itu sendiri. Sebaliknya, menurut doktrin tersebut, AS juga tidak akan mencampuri urusan internal Eropa.
Kebijakan ini kemudian dimodifikasi oleh apa yang disebut oleh Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump sebagai Doktrin Donroe.
Doktrin Donroe modifikasi Trump ini berarti AS akan memastikan kalau Belahan Bumi Barat "tetap cukup stabil dan terkelola dengan baik untuk mencegah dan menghalangi migrasi massal ke Amerika Serikat,".
Selain itu, doktrin baru ini mengharuskan pemerintah yang berada dalam lingkup pengaruh Amerika akan bekerja sama dengan kampanye serangan kontroversial pemerintah terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di Karibia selatan dan Pasifik timur.
Jejak AS di Amerika Latin
Di bawah kebijakan Dotrin Monroe ini, AS berperan dalam melakukan puluhan kudeta dan penggulingan pemerintahan dalam abad ke-20 saja, termasuk beberapa kasus intervensi militer langsung dan pendudukan, yang mencapai puncaknya terjadi selama Perang Dingin.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, dalam konferensi pers pada Sabtu (3/1/2026) mengatakan kalau operasi penangkapan Maduro telah "direncanakan dengan cermat, mengambil pelajaran dari misi-misi selama beberapa dekade."
Menurut jenderal tersebut, "selalu ada kemungkinan kita akan ditugaskan untuk melakukan misi semacam ini lagi."
Artinya, penculikan Maduro memang mengadopsi apa yang sudah dilakukan AS sejak lama.
Berikut beberapa kasus penting campur tangan AS yang membentuk sejarah Amerika Latin seperti disarikan dari ulasan media RT, Selasa (6/1/2026).
Guatemala, 1954
Pada Juni 1954, presiden terpilih Guatemala, Jacobo Árbenz, digulingkan oleh sekelompok tentara bayaran yang dilatih dan didanai oleh Washington.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ledakan-Venezuela-Maduro.jpg)