Sabtu, 9 Mei 2026

Amerika Versus Venezuela

Ada Minyak USD 2 Miliar di Balik Serangan AS ke Venezuela: Jatah China Direbut Trump

AS–Venezuela bahas ekspor minyak USD 2 miliar, pasokan dialihkan dari China ke kilang Amerika.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
YouTube Reuters
DONALD TRUMP - Trump umumkan kesepakatan minyak USD 2 miliar, Venezuela alihkan pasokan dari China ke AS. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah AS dan Venezuela sepakat ekspor minyak mentah senilai USD 2 miliar (Rp33,56 triliun) ke kilang Amerika. 
  • Kesepakatan ini muncul usai penangkapan Nicolás Maduro dan berpotensi mengalihkan pasokan dari China. 
  • Trump menegaskan dana penjualan dikendalikan langsung olehnya untuk kepentingan rakyat AS dan Venezuela. Chevron menjadi eksportir utama, sementara harga minyak AS turun 1,5 persen setelah pengumuman. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat dan Venezuela tengah melakukan pembicaraan mengenai ekspor minyak mentah Venezuela ke kilang-kilang di AS.

Kesepakatan AS dan Caracas usai Maduro ditangkap itu berpotensi mengalihkan pasokan minyak Venezuela yang seharusnya diekspor ke China ke kilang minyak Amerika. 

Peralihan ekspor minyak ke AS itu disebut dapat sekaligus membantu perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA, menghindari pemangkasan produksi yang lebih dalam.

Singkatnya, kesepakatan itu memungkinkan AS mengambil alih jatah minyak China.

Ada Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela

Donald Trump mengumumkan Venezuela akan menyerahkan minyak mentah senilai USD 2 miliar ke Amerika Serikat.

USD 2 miliar setara dengan sekitar Rp33,56 triliun berdasarkan kurs terkini Rp16.780 per USD.

Kesepakatan ini akan mengalihkan pasokan dari China dan membantu Venezuela menghindari pemotongan produksi lebih dalam.

Trump menegaskan uang hasil penjualan minyak akan dikendalikan langsung olehnya untuk kepentingan rakyat AS dan Venezuela.

Menteri Energi AS Chris Wright ditunjuk mengeksekusi kesepakatan, dengan minyak dikirim langsung ke pelabuhan AS.

Chevron menjadi satu-satunya perusahaan yang tetap mengekspor minyak Venezuela ke AS di tengah blokade, sekitar 100–150 ribu barel per hari.

Harga minyak AS turun 1,5% setelah pengumuman.

Sementara itu, pejabat Venezuela menyebut penangkapan Nicolás Maduro sebagai penculikan dan menuduh AS mencuri cadangan minyak.

Presiden interim Delcy Rodríguez menolak klaim AS mengendalikan Venezuela, menyebut serangan militer sebagai “agresi kriminal” dan menegaskan pemerintahan tetap sah dan berdaulat.

“Kami adalah rakyat yang tidak menyerah, tidak pernah putus asa, dan kami di sini memerintah bersama rakyat. Pemerintah Venezuela yang berdaulat memimpin negara kami — bukan pihak lain. Tidak ada agen eksternal yang mengatur Venezuela. Venezuela, pemerintah konstitusionalnya, dan kekuatan rakyat yang terkonsolidasi,” tegas Rodríguez, yang sejak 2018 menjabat wakil presiden Maduro.

Baca juga: Nicolas Maduro Sudah Prediksi Serangan Amerika dalam Wawancara 2019: AS Bersedia Perang demi Minyak

Venezuela Negara Kaya Minyak Jadi Incaran AS 

Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti sekitar 303 miliar barel (17?dangan global), lebih besar dari Arab Saudi (267 miliar barel).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved