Jumat, 12 Juni 2026

Amerika Versus Venezuela

Trump Ingin Alirkan Kembali Minyak Venezuela demi Rakyat tapi Sanksi AS Justru Jadi Penghambat

Trump ingin mengalirkan kembali minyak Venezuela demi rakyat, namun sanksi AS selama ini justru melumpuhkan industri energi negara itu.

Tayang: | Diperbarui:
Truth Social/@realDonaldTrump
TRUMP DI GEDUNG PUTIH - Foto diambil dari akun Trump di Truth Social, Selasa (24/6/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam postingan yang diunggah pada Senin (23/6/2025). Donald Trump menyatakan keinginannya untuk membuka kembali aliran minyak Venezuela dengan dalih membantu rakyat negara tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump menyatakan ingin membuka kembali aliran minyak Venezuela untuk kepentingan rakyat Venezuela dan AS.
  • Sanksi AS selama bertahun-tahun justru menjadi penghambat utama industri minyak negara itu.
  • Sanksi membatasi investasi, akses ke sistem keuangan global, serta peralatan energi, membuat produksi dan ekspor minyak Venezuela anjlok meski negara itu memiliki cadangan terbesar di dunia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan keinginannya untuk membuka kembali aliran minyak Venezuela dengan dalih membantu rakyat negara tersebut.

Namun, kebijakan sanksi AS yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dinilai justru menjadi penghambat utama bagi kebangkitan industri minyak Venezuela.

Al Jazeera melaporkan, Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut minyak Venezuela dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS di Caracas.

“Kita akan membangun kembali infrastruktur minyak, yang membutuhkan miliaran dolar dan akan dibayar langsung oleh perusahaan minyak,” kata Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, beberapa jam setelah Maduro ditangkap pada Sabtu.

Trump mengatakan perusahaan-perusahaan minyak AS akan memperbaiki infrastruktur energi Venezuela.

Ia menegaskan langkah itu bertujuan membuat produksi minyak kembali mengalir.

Pada Selasa (6/1/2026), Trump menambahkan bahwa hasil penjualan minyak Venezuela akan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Venezuela akan menyerahkan sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang masih berada di bawah sanksi AS.

Baca juga: China Murka, Kecam Aksi AS Sita Kapal Minyak Venezuela: Langgar Hukum Internasional

Ia mengklaim pendapatan dari penjualan minyak tersebut akan dikendalikan oleh pemerintah AS.

Trump menyatakan langkah itu untuk memastikan dana digunakan sesuai tujuan yang disebutkan.

Namun, para analis menilai pernyataan Trump bertolak belakang dengan kebijakan Washington selama ini.

Sanksi AS terhadap Venezuela telah membatasi investasi asing.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved