Kamis, 14 Mei 2026

Amerika Versus Venezuela

Trump Tangkap Maduro, Pakar: Dunia Tak Bisa Berbuat Apa-apa, Ini Negara Adidaya

Pakar berbicara mengenai dampak penangkapan yang dilakukan Presiden AS Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Tayang:
HO/IST
PENANGKAPAN MADURO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat yang bergerak dari sejumlah pangkalan militer AS, Sabtu, 3 Januari 2025. Sejumlah negara seperti China mengecam keras, sebagian pemimpin negara lainnya menyatakan mendukung AS. 

Ringkasan Berita:
  • Pakar Hukum Internasional dari UI Prof Hikmahanto Juwana berbicara mengenai dampak penangkapan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
  • Menurut Hikmahanto, dunia tak bisa berbuat apa-apa karena AS adalah negara adidaya yang mempunyai nuklir dan hak veto di Dewan Keamanan PBB.
  • Jika pun ada kutukan dari negara lain terhadap aksi AS, termasuk dari China dan Rusia, maka tidak akan berdampak apa pun terhadap Negeri Paman Sam

TRIBUNNEWS.COM - Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Prof Hikmahanto Juwana berbicara mengenai dampak penangkapan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Menurut Hikmahanto, dunia tak bisa berbuat apa-apa karena AS adalah negara adidaya yang mempunyai nuklir dan hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Yang pasti begini, dunia tidak bisa berbuat apa-apa. Kenapa? Karena ini negara adidaya, negara yang punya nuklir, negara yang punya hak veto di Dewan Keamanan PBB," ujar Hikmahanto dalam acara On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Kamis (8/1/2026).

Jika pun ada kutukan dari negara lain terhadap aksi AS, termasuk dari China dan Rusia, maka tidak akan berdampak apa pun terhadap Negeri Paman Sam.

"Kecuali kalau kemudian maaf Rusia ataupun China membantu pemerintahan yang sekarang ada di Venezuela yang saya dengar ada pesawat-pesawat pengangkut dari Rusia yang datang ke Venezuela membantu peralatan senjata dan lain sebagainya."

"Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Ini harus dikonfirmasi tentunya. Tetapi kalau misalnya sudah sampai pada titik itu, kemudian juga China ikut terlibat, berarti kita sudah akan berada di ambang perang dunia ketiga," ungkapnya.

Hal itulah yang menurut Hikmahanto seharusnya dipikirkan oleh Trump sebelum melakukan penyerangan ke Venezuela.

Walaupun Trump menangkap Maduro dengan mudah, tetapi ia perlu memikirkan reaksi dari negara-negara lain.

"Nah, yang pasti kalau kita bicara hukum internasional sepertinya walaupun saya ini ahli hukum internasional ini tidak berlaku." 

"Yang berlaku adalah hukum rimba dalam konteks masyarakat internasional itu yang kuatlah yang akan menang. Nah, ini yang terutama menjadi kekhawatiran bagi dunia," jelasnya.

Baca juga: Brasil Kerahkan Garda Nasional ke Roraima Perbatasan Venezuela Pascaserangan Militer AS

Kecaman China 

Diberitakan sebelumnya, China yang merupakan sekutu strategis Venezuela, dibuat berang atas tindakan AS.

Apalagi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pihaknya akan memimpin masa transisi pemerintahan Venezuela sekaligus mengelola aset minyak negara tersebut.

Tindakan AS terhadap Presiden Maduro tentu saja dampak negatif bagi China, mengingat kedalaman hubungan ekonomi dan politik antara kedua negara.

"China sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekuatan terang-terangan AS terhadap negara berdaulat dan tindakan terhadap presidennya," demikian dikutip Tribunnews.com dari laman Kementerian Luar Negeri China, Minggu (4/1/2026).

Menurut China, tindakan hegemonik AS secara serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di Amerika Latin dan kawasan Karibia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved