Rabu, 3 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Mantan Perwira Shin Bet Israel Ungkap Upaya Pembunuhan Benjamin Netanyahu

Niat, ide, dan gagasan untuk membunuh Netanyahu bukanlah hal yang aneh di kalangan beberapa kelompok demonstran penentang pemerintah Israel

Tayang:
TheNational/Toaf Maayan
PERINTAHKAN PENGHANCURAN - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi kamp pengungsi Tulkarem, Tepi Barat Jumat (21/2/2025). Netanyahu memerintahkan penghancuran infrastruktur di wilayah itu dengan dalih meningkatnya serangan yang ditandai peledakan bus-bus di Tel Aviv. 

Mantan Perwira Shin Bet Ungkap Upaya Pembunuhan Benjamin Netanyahu
 
TRIBUNNEWS.COM - Seorang mantan perwira di Badan Keamanan Israel (Shin Bet) mengungkapkan upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Menurut surat kabar berbahasa Ibrani, Maariv, mantan perwira Shin Bet itu adalah Gonen Ben Yitzhak.

Baca juga: Di Tengah Kengerian Genosida Gaza, Elon Musk Terima Undangan Netanyahu untuk Kunjungi Israel

Dalam laporannya, Maariv menyoroti peran Ben Yitzhak dalam menggagalkan upaya pembunuhan Netanyahu tersebut

Ben Yitzhak yang saat ini bekerja sebagai pengacara, menjelaskan kalau dia secara kebetulan menemukan informasi tentang niat seorang aktivis anti-pemerintah untuk melakukan operasi pembunuhan terhadap Netanyahu.

Setelah mengetahui rencana itu, Ben Yitzhak bergegas memberi tahu Shin Bet.

Anggota Kelompok Oposisi

Dalam sebuah wawancara dengan podcast surat kabar tersebut, ia menyatakan kalau ia adalah anggota kelompok oposisi penentang keras kebijakan pemerintah saat ini.

Dia mengaku, bahkan secara teratur berpartisipasi dalam demonstrasi menentang kebijakan-kebijakan pemerintahan Israel saat ini.

"Namun saat dia mendengar dari seorang teman dekat tentang rencana aktivis tersebut, ia tidak ragu untuk turun tangan untuk mencegah kejahatan tersebut, meskipun ia tidak mengenalnya secara pribadi pada saat itu," tulis laporan tersebut.

Dia menambahkan, pihak berwenang menangkap aktivis tersebut dan menginterogasinya setelah dia melaporkannya.

Ben Yitzhak menekankan kalau dia merasa sangat terkejut ketika kemudian mengetahui identitas perencana pembunuhan tersebut.

"Ternyata tersangka adalah seseorang yang dikenalnya, dan dia berkata: "Ini benar-benar sebuah tragedi"," tulis laporan Maariv soal penuturan Ben Yitzhak.

NETANYAHU BERPIDATO - Foto ini diambil dari Facebook PM Israel pada Rabu (13/8/2025). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara (tidak terlihat dalam foto), berpartisipasi dalam peresmian Museum Knesset di Froumine House di Yerusalem pada 12 Agustus 2025.
NETANYAHU BERPIDATO - Foto ini diambil dari Facebook PM Israel pada Rabu (13/8/2025). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara (tidak terlihat dalam foto), berpartisipasi dalam peresmian Museum Knesset di Froumine House di Yerusalem pada 12 Agustus 2025. (Facebook PM Israel)

Niat Melenyapkan Netanyahu Jadi Hal Lumrah

Ben Yitzhak tidak hanya menyebutkan insiden ini, tetapi juga menjabarkan hal menarik lainnya yang terjadi di kalangan aktivis penentang pemerintahan Israel.

Dia mengatakan kalau niat, ide, dan gagasan untuk membunuh Netanyahu bukanlah hal yang aneh di kalangan beberapa kelompok demonstran penentang pemerintah.

Ben Yitzhak bahkan menyebut kalau dia mengenal sejumlah aktivis yang telah merencanakan untuk menargetkan Netanyahu atau pemimpin pemerintah lainnya.

Terlepas dari kebanggaannya sebelumnya atas pencapaiannya di bidang keamanan, termasuk merekrut seorang agen di barisan depan Hamas selama masa baktinya di Shin Bet, ia mengungkapkan kekecewaan yang mendalam atas perlakuan dinas keamanan Israel terhadapnya saat ini.

Rupanya, dia kerap menjadi target penangkapan aparat pemerintah karena sikap kritis dan penentangannya terhadap pemerintah Israel saat ini.

Meski menjadi pemenang pemilu, Partai Likud, yang dipimpin Netanyahu, memang mendapat penentangan keras, terutama terkait kebijakan penanganan perang Gaza yang sudah berlangsung sejak 2023 silam.

Netanyahu dianggap gagal memenuhi target yang dia usung sendiri yaitu melenyapkan gerakan pembebasan Palestina, Hamas, memulangkan para sandera, dan menetapkan rencana pasca-perang.

Perluasan invasi darat Israel ke Gaza yang diputuskan Netayahu dianggap sebagai blunder yang justru banyak membunuhi sandera Israel itu sendiri.

Alih-alih bisa memberangus Hamas, Israel akhirnya menyepakati perjanjian gencatan senjata dengan kelompok Palestina tersebut setelah meluluhlantakkan wilayah kantong Palestina dengan jumlah korban jiwa mencapai lebih dari 71 ribu, ratusan ribu orang luka-luka, dan jutaan warga Gaza kehilangan tempat tinggal.

 

 

 
 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved